Cara Menghadapi Bos Perempuan

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Setelah lama mengidam-idamkan sebuah pekerjaan, akhirnya kesempatan datang juga. Hanya satu yang Anda kurang suka dari pekerjaan ini, yaitu bos Anda yang kebetulan seorang perempuan.

Jangan salah sangka, ketidaknyamanan ini bukan muncul karena Anda merupakan seorang seksis yang anti kesetaraan gender. Anda toh adalah seorang pria modern dengan cara berpikir yang terbuka. Masalahnya adalah sebagai pria Anda merasa kesulitan untuk mengikuti cara berpikir bos Anda itu.

Loading...

Anda berpikir A, bos Anda malah berpikir B. Maksud Anda begini, tidak tahunya tanggapan bos Anda begitu. Sebagai bawahan, Anda tentu saja lebih sering menjadi kambing hitam atas miskomunikasi tersebut. Padahal Anda berdua sebenarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu bagaimana bekerja sebaik mungkin untuk memenuhi target perusahaan.

Riak-riak konflik kecil itu kalau dibiarkan lama-lama bisa menjadi besar. Selain mengganggu kenyamanan bekerja, kesalahpahaman antara bawahan dengan atasan juga seringkali mengancam posisi sang bawahan. Atas alasan efektifitas kerja, atasan Anda bisa saja memutuskan untuk mengganti Anda dengan orang lain.

Padahal, Anda sangat ingin berhasil dalam pekerjaan ini. Alasannya bisa karena Anda suka, menawarkan pengalaman berharga, atau memang gajinya sangat besar. Kalau memang Anda begitu menginginkan pekerjaan ini, maka Anda harus mulai mencari cara untuk mengatasi masalah ini.

Coba cari tahu apa sebenarnya yang menjadi inti dari masalah Anda dengan bos Anda itu. Apakah karena gaya kepemimpinan si bos yang tidak tegas, atau cara berpikirnya yang terkadang tidak logis. Sementara Anda adalah orang yang sangat logis dan selalu mengacu kepada data serta kondisi real di lapangan. Atau malah sebaliknya.

Jika Anda sudah berhasil mengidentifikasi masalah apa yang menjadi “tembok pemisah” di antara Anda dengan si bos, maka berikut ini ada beberapa tips yang mungkin bisa Anda ikuti untuk menjaga hubungan Anda tetap baik dengan si bos yang seorang perempuan itua.

1.  Bepikir terbuka dan berbesar hati

Seumur hidup Anda dibesarkan dengan pandangan bahwa seorang pria harus menjadi pemimpin. Namun di tempat kerja, justru Anda dipimpin oleh seorang perempuan. Dan sepertinya kenyataan ini sulit dicerna oleh pikiran Anda. Namun, kebebalan Anda ini hanya akan menjadikan Anda sebagai orang yang kerdil di hadapan rekan kerja dan si bos. Maka yang sebaiknya Anda lakukan adalah bersikap dewasa dan melihat kenyataan ini secara proporsional. Bahwa dunia tempat Anda tinggal ini bukanlah dunia ideal milik Anda di mana segala sesuatu bisa berjalan sesuai keinginan Anda. Bahwa siapapun, tidak peduli jenis kelaminnya apa, kalau mau bekerja keras dan memanfaatkan kesempatan dengan baik maka dia bisa menjadi seseorang. Maka berbesar hati menerima kenyataan bahwa posisi Anda kini berada di bawah seorang perempuan adalah hal yang paling bijak untuk dilakukan.

2.  Sampaikan pendapat yang masuk akal

Dunia profesional memang memiliki tingkat persaingan yang ketat. Dia yang mau menggali kreatifitas dan bekerja keras, biasanya akan mereguk keberhasilan. Inilah yang harus Anda tunjukkan kepada bos Anda, siapapun dia. Namun khusus untuk bos perempuan, ada satu hal yang harus ada tambahkan, yaitu sampaikan pendapat dengan data-data pendukung yang mumpuni. Ajak dia untuk berpikir logis dengan tidak memberinya celah untuk bersikap emosional. Buat dia berpikir bahwa apa yang Anda sampaikan adalah benar dan tidak terbantahkan.

3.  Jangan pandang remeh perempuan

Ini abad 21 Bung! Sudah bukan jamannya lagi meremehkan kemampuan seseorang hanya karena dia perempuan. Apalagi kalau orang itu adalah bos Anda. Di lingkungan kerja yang pimpinannya seorang perempuan, jangan pernah melemparkan lelucon-lelucon yang merendahkan perempuan. Jangan pula menjadikan keluhan tentang “keperempuanan” bos Anda kepada rekan kerja, karena setiap ucapan Anda bisa saja sampai ke telinga bos Anda itu. Di kantor, dinding pun bisa mendengar. Tidak ada yang menjamin bahwa ucapan Anda yang mendiskreditkan bos perempuan Anda itu tidak akan sampai ke telinganya. Bukan Cuma itu akan menyinggung bos Anda, namun kelakuan seperti ini juga akan membuat Anda menjadi pria yang bermental tempe di hadapan bos Anda itu.

4.  Sentuh sisi sensitifnya

Perempuan adalah makhluk yang cerdas. Terima itu, dan telan walaupun pahit. Namun, mereka selalu memiliki sisi sensitif yang kalau Anda tahu cara memanfaatkannya, itu akan sangat menguntungkan Anda. Ajak bos Anda untuk berbincang mengenai keluarganya, seperti siapa nama anaknya, berapa umurnya, dan apa kesukaannya. Biasanya, perempuan sangat suka membicarakan anak-anaknya. Kalau bos Anda belum menikah, coba puji ide-idenya yang cemerlang serta keberhasilannya menyelesaikan proyek yang super rumit. Cari tahu apa hobi bos Anda itu, dan tunjukkan kalau Anda menghargai hobinya itu.

5.  Tunjukkan hasrat Anda terhadap pekerjaan

Mari berhenti berkeluh kesah dan tunjukkan kalau Anda adalah orang yang tepat untuk pekerjaan ini. Caranya bisa dengan selalu datang tepat waktu, siap dengan materi-materi rapat yang diminta atasan, memberikan ide-ide fantastis dalam setiap meeting, dan memastikan setiap tugas yang dibebankan dapat dikerjakan dengan baik.

Itulah sejumlah cara menghadapi bos perempuan. Tentu perlu teknik sendiri menghadapi atasan yang umumnya meniktikberatkan hati dibandingkan rasionya. Yang pasti, jangan pernah memandang remeh perempuan di zaman modern ini, sebab kesetaraan sudah mulai banyak dirasakan saat ini.

Loading...
Selanjutnya : Cara Menyeimbangkan Diet dan Latihan
Sebelumnya: Pencegahan Kanker Prostat Secara Alami Pada Pria
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar