Letak Bromo di Kota Mana?


Meta Deskripsi    : Letak Bromo di kota mana? Ada yang tahu, ada yang belum tahu. Nah, mari kita simak artikel berikut ini.

Nama Bromo berasal dari kata Brahma yang merupakan bahasa Sansekerta. Karena memang di kala Islam baru lahir, penduduk di Indonesia sudah memeluk agama Hindu dan Budha yang menggunakan bahasa Sansekerta. Brahma adalah nama salah satu dewa utama Hindu. Bromo ini merupakan obyek wisata yang cukup terkenal di Indonesia karena keindahan pemandangan alamnya. Tetapi tahukah Anda, letak Bromo di kota mana? Sebagai orang Indonesia, tentunya harus mengetahui seluk beluk obyek wisata kita, termasuk lokasinya.
Banyak turis mancanegara mengunjungi Bromo karena keindahan lautan pasir, kaldera dan pemandangan matahari terbit, ditambah dengan pemandangan bukit yang elok. Bulan April hingga November adalah waktu yang tepat untuk menantikan matahari terbit di Bromo. Karena jika dilakukan di musim hujan, awan akan mengganggu pemandangan matahari terbit. Biasanya waktu yang paling tepat di musim kemarau adalah bulan Juli dan Agustus. Selain itu, tempat ini juga sering dikunjungi ketika dilakukan upacara Kasada pada bulan Februari.
Posisi Gunung Bromo
Sebenarnya Bromo terletak dalam 4 wilayah, yaitu Kabupaten Lumajang, Malang, Pasuruan dan Kabupaten Probolinggo. Ketinggian gunung Bromo ini 2.392 meter di atas permukaan laut, kawahnya berdiameter sekitar 800 meter arah utara selatan dan sekitar 600 meter arah timur barat. Sebagai gunung berapi, Bromo memiliki daerah bahaya berupa lingkaran dengan radius 4 km dari pusat kawah.
Akses menuju Bromo ada empat, yaitu Burno jika dari Lumajang, Ngadas jika dari Malang, Tosari jika dari Pasuruan dan Cemoro Lawang jika dari Probolinggo. Dari keempat akses tersebut, paling mudah melalui Malang dan Probolinggo.
Ijin Masuk dan Tiket
Ijin memasuki kawasan Bromo ini dapat diperoleh dari tiga titik utama jalur ke Bromo. Ternyata ada diskriminasi lho dalam pemberlakuan harga tiket. Bagi turis asing, tiket masuknya Rp 20 ribu, sedangkan turis lokal hanya Rp 4500. Biaya kamera bahkan sampai 10 kali lipat untuk turis asing, jika turis lokal cukup membayar Rp 5000, maka turis asing harus merogoh kocek Rp 50 ribu. Begitu pula dengan kamera video, turis lokal cukup membayar Rp 15 ribu, sementara turis asing harus membayar Rp 150 ribu.
Nah, karena tiket untuk turis lokal lebih murah, yuk berlibur ke Bromo. Jangan sampai bertanya lagi Bromo di kota mana.

Selanjutnya : Grosirtasmurahcom
Sebelumnya: Wisata Religi Gunung Putri Bogor
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar