Budidaya Pohon Jambu Biji Merah


Buah jambu biji merah adalah salah satu varietas dari buah jambu biji. Buah jambu biji merah ini nilai ekonominya lebih tinggi daripada jambu biji biasa. Selain rasanya yang lebih manis, juga karena warna daging buahnya yang menarik. Jambu biji merah juga mempunyai kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Budidaya pohon jambu biji merah ini sangat mudah karena pohon jambu biji merah ini bisa tumbuh dengan ketinggian 3 hingga 10 meter dengan cabang-cabang pohon yang pendek. Jambu biji merah bisa tumbuh di tanah gembur dan cukup air di tempat dengan ketinggian 0-1000 meter di atas permukaan laut.

Pohon jambu biji merah ini banyak dicari orang, terutama karena khasiatnya yang bisa menyembuhkan penyakit demam berdarah. Oleh karena itu banyak pula orang yang ingin membudidayakan jambu biji merah ini.

Jambu biji merah ini bisa ditanam dengan cukup mudah, bisa dengan biji, okulasi, tunas akar, dan cangkok. Namun, yang lebih bagus pembudidayaannya adalah dengan cara pencangkokan. Keunggulan pencangkokan ini selain sifat tanaman sama dengan induknya, juga karena tanaman akan lebih cepat berbuah.

Cara pencangkokan jambu biji juga tidaklah sulit, yaitu sebagai berikut :

  1. Pilih cabang jambu yang akan dicangkok, tidak terlalu tua, juga tidak terlalu muda.
  2. Kupas kulit cabang yang akan dicangkok sepanjang 12-13 cm, biarkan seharian hingga lendir bekas kupasan kulit cabang itu mengering.
  3. Setelah lendir mengering, tutup dengan campuran tanah dan kompos yang mempunyai perbandingan 1: 1, lalu bungkuslah menggunakan sabut kelapa atau plastik.
  4. Jika saat musim kemarau, siramlah cangkokan tersebut agar tidak kering.
  5. Tunggu 3-4 minggu hingga akar tumbuh, setelah akarnya banyak. Potong bagian bawah cangkokan.
  6. Hasil cangkokan terlebih dulu ditanam di keranjang atau plastik yang lebih besar.
  7. Tunggu 2-3 bulan hingga cangkokan bisa dipindahkan dan siap ditanam.

Cara pencangkokan untuk budidaya pohon jambu biji merah seperti di atas layak dicoba, selain jambu biji merah baik untuk kesehatan, juga bisa menambah pemasukan ekonomi keluarga.

Selanjutnya : Politik Indonesia pada Masa Demokrasi Terpimpin
Sebelumnya: Pisang untuk Bayi Lima Bulan
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar