Budidaya Tanaman Sawi Hidroponik


Budidaya tanaman sawi hidroponik kini makin marak dikembangkan oleh masyarakat. Tidak terbatas masyarakat di tanah air, tapi juga luar negeri. Mengapa demikian? Tentu saja model cara tanam menggunakan hidroponik memiliki banyak kelebihan.

Misalnya saja dari segi lahan lebih cocok bagi mereka dengan luas atau jumlah tanah sedikit, air yang digunakan dalam model tanam ini dapat digunakan untuk beragam kreasi pengembangan lainnya, proses untuk melakukan panen hasil tanam juga mudah, serta kelebihan lainnya. Oleh karena itu, tidak ada salahnya bagi para pembaca yang hendak mencoba model tanam hidroponik ini untuk tanaman sayur seperti sawi. Berikut ini ulasan sederhananya.

Mengetahui Cara Budidaya Sawi Hidroponik

Ada sistem DFT yang dapat digunakan dalam melakukan model tanam hidroponik untuk tanaman sawi. Apa maksud dari sistem tersebut? DFT atau Deep Flow Technique merupakan sistem penanaman hidroponik dengan menggunakan sterofoam sebagai media tanamnya dan cocok bagi tanaman sayuran ataupun buah seperti sawi maupun tomat.

Bagaimana cara melakukannya pada tanaman sawi? Berikut ini cara sederhana yang dapat Anda praktekkan menggunakan sistem DFT untuk model tanam hidroponik DFT.

Semula, Anda dapat melakukan pemilihan benih tanaman sawi yang hendak ditanam nantinya. Selanjutnya, silakan melakukan proses penyemaian pada benih pilihan tadi. Media tanam berupa rumah plastik, misalnya dapat mulai disiapkan setelah proses penyemaian benih.

Ada juga caranya menyiapkan media tanamnya dengan melubangi sterofoam berupa lubang kecil yang cukup untuk dimasukki akar tanaman sawi. Selanjutnya ikuti pertumbuhannya hingga tanaman sawi siap panen. Jangan lupa, pada sistem DFT ini, satu lubang kecil hanya untuk satu tanaman sawi.

Sistem DFT membutuhkan pasokan listrik. Apa kegunaan pasokan listrik tersebut? Hal itu berguna dalam proses sirkulasi air yang akan disalurkan ke dalam talang-talang. Karenanya, proses hemat energi listrik juga harus diketahui oleh mereka yang menerapkan sistem DFT ini.

Selain itu, penyediaan larutan nutrisi harus lebih banyak dari cara biasanya karena pengaruh penggunaan energi listrik ini. Meski terdapat segi penghematan energi dalam memompa air dan penyediaan larutan nutrisi tanaman, sistem ini juga memiliki kelebihan. Apa kelebihannya? Larutan nutrisi untuk tanaman tidak akan terganggu meski aliran arus listrik padam.

Kualitas Hasil Budidaya Tanaman Sawi Hidroponik Sistem DFT

Setelah mengetahui cara budidayanya, berikut ini hal penting untuk mengetahui seperti apa kualitas hasil tanam sistem DFT pada tanaman sawi. Ternyata, kualitas hasil tanamnya baik jika dibandingkan cara biasanya.

Oleh karena itu, budidaya hidroponik layak untuk terus dikembangkan seiring kemajuan teknologi. Jangan hanya terbatas pada tanaman sawi dan buah saja, silakan berkreasi dengan tanaman lainnya sebagai sumber inspirasi bercocok tanam Anda. Semoga bermanfaat ulasan budidaya tanaman sawi hidroponik ini.

Selanjutnya : Cara Melihat Sifat Dari Golongan Darah
Sebelumnya: Mengetahui Lebih Jauh Cerita Shio Kerbau
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar