Burung Nuri Dari Maluku dan Papua


Burung Nuri dari Maluku dan Papua dikenal juga sebagai burung Nuri kepala hitam adalah burung berparuh bengkok. Burung dengan panjang 35 cm ini memiliki kombinasi warna yang semarak dan mencolok yaitu biru, hijau, dan merah. Warna biru atau biru kehitaman atau biru keunguan terdapat pada bulu ekor, warna biru menyala terdapat pada bulu punggung bagian atas, sayapnya berwarna hijau, sedangkan bulu dada dan kepala berwarna merah.

Burung Nuri Kepala Hitam (Purple-naped Lory) adalah burung Nuri dari Maluku dan daerah Papua. Burung Nuri kepala hitam ini memiliki ciri khas yaitu warna ungu di atas kepala hitam mereka. Di pedalaman Pulau Seram banyak warga yang memelihara burung ini sebagai hewan peliharaan dan penghasil uang saat darurat.
Dengan harga Rp 500.000 – Rp. 700.000 penduduk dengan senang hati menjual burung Nuri ini kepada pembeli di kota. Apalagi pemerintah belum mengeluarkan larangan untuk menangkap burung Nuri tersebut. Cara menangkapnya pun termasuk mudah. Satu burung Nuri terjerat dan menjadi umpan, maka burung Nuri yang lain akan berdatangan dan masyarakat pun bisa menangkap Nuri tersebut dengan menggunakan jerat tambahan.

Burung Nuri yang berasal dari daerah Maluku dan Papua ini hidup di lubang-lubang pohon dan biasanya memakan pucuk tanaman, madu, biji, dan buah. Suara kicauannya menarik dengan lengkingan tinggi dan mereka biasa hidup di dalam kelompok-kelompok kecil atau hidup berpasangan. Habitat burung Nuri kepala hitam adalah di daerah perkebunan dengan ketinggian hingga 1400 mdpl dan hutan hujan daratan rendah.
Persebaran burung Nuri ini diantaranya terdapat di Pulau Ambon, Pulau Halmahera, Pulau Seram, dan Papua Bagian Barat. Jika Anda mengunjungi pulau tersebut dan masuk ke daerah pedalaman, anda akan melihat serta mendengar burung-burung Nuri ini saling bernyanyi bersahut-sahutan dan terbang dari satu pohon ke pohon yang lain.

Birdlife International dan IUCN Redlist memperkirakan bahwa jumlah populasi burung berbulu indah yang ada di alam ini sekitar 70.000 ekor (Tahun 1997), karena itu sejak 1998 status konservasi burung Nuri berisiko rendah (Least Concern). Namun pada 1994-2000 statusnya pernah menjadi hampir terancam (Near Threatened). Ancaman paling besar yang dihadapi adalah perburuan liar burung Nuri untuk diperjualbelikan secara gelap serta kerusakan hutan yang mengakibatkan berkurangnya habitat burung Nuri dari Maluku dan Papua tersebut.

Selanjutnya : Benda yang Dibawa Saat Melamar
Sebelumnya: Menyoal Bencana Tsunami, Penyebab, dan Dampaknya
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar