Jenis-jenis Cacing di dalam Perut Manusia

Waspadalah jika terdapat cacing di dalam perut manusia karena hal ini bisa menyebabkan berbagai penyakit gangguan perut. Cacing tersebut bisa ditemukan pada anak-anak dan dewasa. Kemungkinan cacing dapat masuk ke dalam perut adalah kurangnya menjaga kebersihan jemari tangan dan kuku. Kotoran yang menempel di jari kuku dikhawatirkan terdapat telur-telur cacing hingga saat masuk ke dalam perut, telur-telur itu akan menetas dan menjalar di usus.

Jenis-jenis Cacing di dalam Perut

1. Cacing Pita (Taeniasis)

Cacing ini berbentuk pipih menyerupai pita, ukuran kepala kecil, dan memiliki kait yang berfungsi untuk melekatkan dirinya di usus. Cacing pita juga bisa ditemukan di dalam tubuh binatang.

2. Cacing Cambuk (Trichinella spirallis)

Cacing ini umumnya ditularkan dari konsumsi daging hewan yang tercemar atau daging setengah matang. Ukurannya cacing jenis ini kecil sekitar 1-2 mm. Jika tubuh telah terkena infeksi cacing ini akan timbul gejala nyeri otot, demam, dan edema.

3. Cacing Tambang (Ankylostomiosis)

Ukuran cacing tambang ini sekitar 8-15 mm. Cacing ini dapat meracuni dinding usus hingga menyebabkan pendarahan. Telur-telur cacing ini dapat keluar bersama kotoran. Penyebab masuknya cacing tambang ini ke dalam tubuh manusia adalah kurang kesadaran kebersihan, buang air besar sembarangan sehingga membuat lingkungan perkembangan cacing tambang menjadi semakin pesat.

4. Cacing Kremi (Oxyuris vermicularis)

Cacing ini seringkali ditemukan di dalam perut anak-anak sehingga menjadi penyebab awal anak cacingan. Wujudnya seperti benang putih berukuran 3-5 mm. Namun cacing ini mudah keluar bersama kotoran. Cacing kremi dewasa berukuran 3-10 mm.

Penyebab masuknya cacing kremi  ke dalam tubuh anak yaitu kurang menjaga kebersihan tangan. Anak-anak penderita cacingan akan merasa gatal di bagian anus. Alangkah lebih baik jika sebelum memasukkan makanan ke dalam mulut, anak-anak disarankan untuk mencuci tangan mereka terlebih dulu.

5. Cacing Gelang (Ascaris lumbricoides)

Cacing ini dapat tumbuh di dalam tubuh manusia dengan cara menghisap sari-sari makanan sehingga dapat menginfeksi tubuh manusia. Cacing ini dapat tumbuh hingga berukuran 10-30 cm dengan ketebalan 30 cm. Dia dapat bertahan hidup hingga 1 sampai 2 tahun. Penyebab masuknya cacing jenis ini ke dalam tubuh yaitu makanan yang terkontaminasi telur dari cacing tersebut. Kelima cacing di dalam perut manusia tersebut perlu diwaspadai.

Pencegahan Cacingan

Umumnya tak ada gejala pada anak-anak dan orang dewasa jika terdapat cacing di dalam perut manusia. Oleh karena itu, cara pencegahan yang paling efektif adalah selalu mencuci tangan sebelum menyentuh makanan, menjaga kebersihan lingkungan, dan memperhatikan menu makanan sehat. Semoga bermanfaat.

Loading...
Selanjutnya : Mengambil Hikmah dari Kisah Nabi Sulaiman AS dan Istrinya
Sebelumnya: Grosir Makanan Anjing di Bandung
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar