Keutamaan dan Cara Melaksanakan Shalat Fajar

Hukum shalat fajar itu memang sunnah atau tidak wajib. Meski demikian, ibadah tersebut punya nilai keutamaan yang sangat tinggi. Selain itu cara melaksanakan shalat fajar tidak terlalu sulit. Yang terpenting adalah niat dan disertai dengan tekad yang kuat untuk melakukannya.

Meski hukum shalat fajar adalah sunnah dan dikerjakan sebelum shalat Subuh, namun shalat fajar punya nilai keutamaan yang sangat tinggi. Melalui artikel ini dijelaskan maksud keutamaan shalat sunnah yang tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi Muhammad Saw. Juga ada penjelasan lain tentang cara melaksanakan shalat fajar yang dapat dilakukan di rumah atau masjid.

Loading...

Keutamaan Ibadah Sunnah Shalat Fajar

Ada sebuah hadist Nabi Muhammad Saw sebagaimana yang diriwayatkan oleh Aisyat berisi tentang keutamaan dan pahala yang didapat dari shalat fajar. Dalam hadist tersebut dikatakan jika shalat fajar itu lebih bagus dari dunia beserta isinya. Selain itu disebutkan pula bahwa rasulullah tidak pernah meninggalkan shalat fajar seumur hidup, sebelum beliau melakukan ibadah wajib shalat subuh.

Meski hanya terdiri atas dua rakaat saja namun shalat fajar termasuk salah satu jenis ibadah yang sulit dikerjakan. Dan sesuai dengan ajaran Islam, makin tinggi tingkat kesulitan dan godaannya, ibadah yang dilakukan juga akan bertambah tinggi nilainya sehingga pahala yang didapat bertambah besar.

Oleh sebab itu tidak mengherankan jika Nabi Muhammad Saw tidak pernah meninggalkan ibadah itu meski sedang dalam keadaan berperang dan kondisi darurat yang lain. Hal tersebut sangat sesuai dengan sebuah hadist yang dikisahkan oleh Abu Hurrairoh.

Cara Melaksanakan Ibadah Sunnah Shalat Fajar

Sebenarnya cara melaksanakan shalat fajar itu nyaris sama dengan shalat sunnah maupun shalat fardu yang lain. Masalah utama yang membedakan hanya ada pada niatnya. Niat tersebut bisa diucapakan dengan keras atau jahir, bisa dikatakan dalam hati.

Sedangkan jumlah rakaatnya juga dua sebagaimana kebanyakan shalat sunnah yang lain. Selain itu ibadah ini dapat dikerjakan saat sudah datang ke masjid sebelum melaksanakan ibadah wajib shalat Subuh. Namun shalat fajar juga dapat dilaksanakan di rumah secara sendirian.

Bahkan ada sebuah hadist yang menyatakan bahwa shalat sunnah yang dikerjakan di rumah itu justru lebih utama. Namun bila telah mendengar suara iqamat, maka shalat tersebut harus segera diselesaikan dan secepatnya pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat subuh.

Kemudian ada hadist lain yang mengatakan ketikat melaksanakan shalat fajar, setelah membaca surat Al Fatihah Nabi Muhammad Saw melanjutkan membaca surat Al kafirun pada rakaat pertama lalu surat Al Ikhlas pada rakaat kedua. Ini sesuai dengan hadist Abu Hirrairah.

Sedang hadist Ibnu ‘Abbas menyatakan setelah surat Al Fatihah, nabi melanjutkan dengan membaca surat Al-Baqarah ayat 136 serta Ali Imran ayat 52. Sedang menurut hadist Ibnu ‘Abbas bacaan yang dilafalkan oleh nabi yaitu Al-Baqarah ayat 136 dan Ali Imran ayat 64.

Demikian lah sekilas penjelasan tentang cara melaksanakan shalat fajar di waktu pagi. Semoga kita termasuk dalam golongan umat yang selalu mendekatkan diri pada-Nya.

Loading...
Selanjutnya : Psikolog Medis dalam Layanan Kesehatan
Sebelumnya: Keberadaan Bidadari Antara Legenda dan Kepercayaan
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar