Cara Melamar dalam Islam


Cara melamar dalam Islam tidak seperti upacara melamar dengan menggunakan adat yang rumit. Seorang laki-laki yang siap untuk menikah, mendatangi wali wanita yang ingin dinikahinya. Tetapi sebelumnya laki-laki ini harus memastikan bahwa wanita yang akan dilamarnya tidak sedang dalam masa memberikan jawaban atas lamaran laki-laki lain. Kalau ia tidak tahu, tidak menjadi masalah. Wali sang wanita yang tidak boleh menerima dua lamaran laki-laki sekaligus.

Ketika seorang laki-laki akan melamar, wanita yang akan dilamarnya tidak perlu tahu. Hal ini karena memang di antara keduanya tidak ada ikatan apa-apa. Tidak ada pacaran dalam Islam. Pacaran itu mendekati zina sehingga dilarang keras dalam Islam. Pada saat melamar itu, sang laki-laki boleh melihat wanita yang dilamarnya dengan batasan tertentu. Wajah dan telapak tangan boleh dilihat. Hal ini untuk menguatkan niat menikahi sang wanita.

Tentu saja keduanya tidak boleh berdua-duaan. Kalau pun lamarannya diterima, mereka tetap tidak boleh hanya berdua saja. Untuk itulah ketika lamaran sudah diterima, pernikahan harus secepatnya diselenggarakan agar tidak menimbulkan fitnah dan dosa besar. Tidak ada istilah pertunangan hingga berbulan-bulan.

Pernikahan dalam Islam itu sangat mudah. Lengkap semua syarat dan rukun, maka pernikahan pun sah. Mengenai walimah atau perayaan, Islam tidak memberikan persyaratan yang sulit. Cukup dengan memotong kambing atau menghidangkan makanan kepada tamu sebagai cara memberitahukan bahwa pernikahan telah terjadi.

Wali Perlu Meminta Izin Wanita

Wali wanita tetap tidak boleh bersikap otoriter. Setiap lamaran yang datang, sang wanita seharusnya diajak berdiskusi. Wanita pun berhak didengarkan pendapatnya apakah ia akan menerima lamaran itu atau tidak. Apalagi kalau wanita itu adalah seorang janda. Dalam Islam, seorang janda itu lebih berhak atas dirinya daripada walinya. Berbeda dengan seorang wanita yang masih gadis. Walinya lebih berhak atas dirinya.

Mawar dalam pernikahan pun hendaknya tidak memberatkan. Walaupun biasanya laki-laki yang mampu akan memberikan mahar yang lebih baik dalam pandangan manusia. Yang terpenting adalah sama-sama ikhlas memberi dan menerima mawar itu. Kalau saja cara melamar dalam Islam ini benar-benar dilakukan dengan baik, maka pandangan bahwa melamar itu sulit, mungkin tidak akan ada.

Selanjutnya : Sejarah Abraham Lincoln
Sebelumnya: Sejarah Eric Cantona: Legenda Nomor 7 MU
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar