Hukum dan Cara Membatalkan Acara Lamaran dalam Tunangan

Banyak orang yang tidak tahu bagaimanakah cara membatalkan acara lamaran baik ketika sudah bertunangan atau akan menjalani pernikahan. Karena pembatalan ini merupakan suatu hal yang sangat menyakitkan, terutama untuk pihak yang dibatalkan.

Baik laki-laki maupun perempuan, jika rencana besarnya dibatalkan secara sepihak, tentu akan menimbulkan perasaan trauma maupun sakit hati. Karena itu dibutuhkan teknik tersendiri untuk menjalankan niat pembatalan tersebut. Tujuannya agar tidak menimbukan permusuhan atau sengketa yang berkepanjangan bagi kedua belah pihak.

Hukum Pertunangan

Dibanding dengan pernikahan, tunangan sifatnya lebih fleksibel. Karena tidak memiliki hukum yang khusus seperti pernikahan. Meski sudah bertunangan, hubungan antara pria dan wanita belum punya ikatan yang sah sebagai pasangan.

Jadi jika suatu saat ada salah satu pihak yang merasa tidak cocok, pihak tersebut mempunyai hak untuk membatalkan lamaran yang telah diajukan kepada calon istrinya. Pihak perempuan juga bisa yang membatalkan lamaran dan tunangan. Bahkan kedua-duanya juga bisa melakukan pembatalan secara bersama-sama. Jadi secara garis besar, pertunangan atau lamaran hanya dipandang sebagai rencana saja untuk menjalani pernikahan.

Namun demikian  sesuai dengan adat yang berlaku di masyarakat, membatalkan acara lamaran pada tunangan ini tidak bisa diputuskan begitu saja dari pihak yang membatalkan. Kecuali jika keduanya memang sudah sepakat untuk berpisah dan tidak berhasrat untuk menikah.

Etika dan Tata Cara Pembatalan Acara Lamaran

Meski menyakitkan, namun pembatalan acara lamaran dan tunangan tidak boleh menimbulkan permusuhan seperti yang telah dijelaskan di atas. Karena itu pihak yang membatalkan harus mau bersikap jujur terutama saat mengemukakan alasannya.

Jelaskan secara lengkap dan jelas apa yang menjadi latar belakang dari pembatalan tersebut. Gunakan bahasa yang santun agar tidak memunculkan perasaan tersinggung. Sebelum pembatalan lamaran dilakukan secara resmi atau terbuka, ada baiknya dilakukan diskusi atau percakapan pribadi antara kedua belah pihak. Pilihlah waktu yang dianggap paling pas guna mengutarakan niat tersebut.

Barulah setelah tercapai suatu kesepakatan, pembatalan ini bisa dilanjutkan pada pembicaraan antar keluarga. Lebih bagus lagi jika melibatkan saksi entah itu kepala RT, lurah atau tokoh yang menjadi panutan masyarakat dan sebagainya.

Begitu pembatalan telah disetujui oleh kedua belah pihak maka dilanjutkan dengan langkah yang lain. Jika yang membatalkan adalah pihak perempuan sebaiknya semua barang lamaran termasuk cincin tunangan dikembalikan pada pihak pria atau keluarganya.

Namun jika yang membatalkan adalah pihak laki-laki, lebih baik tidak meminta kembali barang dan cincin yang telah diberikan. Jika dikembalikan pihak perempuan harus diterima dengan baik namun apabila tidak dikembalikan, tidak perlu menuntut pengembalian.

Lebih bagus lagi jika penerapan cara membatalkan acara lamaran dan tunangan ini tetap disambung dengan persahabatan dan hubungan kekeluargaan yang baik. Sehingga putusnya suatu hubungan cinta bukan merupakan tanda putusnya jalinan persaudaraan.

Selanjutnya : Kumpulan Komunitas Hacker Dunia yang Paling Berpengaruh
Sebelumnya: Kandungan dan Manfaat Jus Delima
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

loading