Pembinaan Rohani Sebagai Cara Membatasi Diri dalam Hubungan Pacaran

Bagi umat Yahudi dan Kristen, tentunya mengenal 10 perintah Tuhan. Perintah Tuhan yang disampaikan Allah melalui Nabi Musa ini tetap berlaku hingga kini. Orang-orang yang beriman tentunya tidak ingin menyimpang dari perintah ini. Maka, dari itulah pembinaan iman dari diri sendiri cukup sebagai cara membatasi diri dalam hubungan pacaran. Salah satu dari perintah tersebut adalah larangan berzina. Larangan ini merupakan butir ke-7 dari 10 perintah Tuhan.

Pacar saya adalah salah seorang yang kuat menahan godaan apa pun karena memang dididik secara religius oleh kedua orangtuanya. Dalam hubungan berpacaran, dia begitu menjauhi hubungan seks sebelum nikah. Karena memang itu adalah perintah Tuhan. Pedoman tersebut pun diterapkannya dalam bekerja, dia tidak pernah korupsi karena korupsi pada dasarnya adalah mencuri atau mengambil hak orang lain.

Larangan mencuri adalah butir ke-8 dari 10 perintah Tuhan. Maka, dari itulah umat Kristen juga menjauhi tindakan menghakimi dengan menuduh orang lain sesat, lalu membunuhnya. Larangan membunuh juga terdapat pada butir ke-6.

Kembali ke topik pembatasan diri dalam hubungan pacaran. Dalam Kristen, usaha membatasi diri dalam hubungan pacaran ini juga mendapat pengaruh dari luar. Maka dari itulah cukup aman dari pergaulan bebas. Misalnya, seorang pasangan muda-mudi sudah kepalang basah melakukan perbuatan zina yang jelas-jelas melanggar 10 perintah Tuhan tersebut, maka mereka pun wajib membuat pengakuan dosa.

Pengakuan dosa tersebut tidak tanggung-tanggung harus dilakukan di depan jemaat gereja. Mengapa demikian? Sebab gereja berkewajiban untuk menolong sesamanya untuk kembali jatuh ke dalam dosa sehingga ketika seseorang melakukan pertobatan dengan langkah awal pengakuan dosa, orang-orang di sekitarnya akan membantu mengawasi dan menasehati agar tidak kembali melakukan kesalahan yang sama.

Lalu, bagaimana jika mereka tidak melakukan pengakuan dosa? Berarti mereka ada halangan dalam mengikuti sakramen perjamuan yang rutin diadakan di gereja. Umat boleh mengikuti sakramen, jika sedang tidak ada masalah, baik itu pertikaian atau pelanggaran dari perintah Tuhan. Inti dari pertobatan adalah pengakuan dosa atau mengakui telah berbuat salah, meminta maaf dan dengan sepenuh hati berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan. Pembinaan rohani dapat menjadi salah satu cara membatasi diri dalam hubungan pacaran.

Selanjutnya : Cara Membentuk Bangun Ruang Balok
Sebelumnya: Tips Praktis Cara Memasak Fillet Ikan Laut
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

loading