Cara Membuat Bahan Bakar Alternatif Bioetanol


Seiring dengan naiknya harga BBM, secara tidak langsung hal ini akan berimbas pada biaya pengeluaran sehari-hari yang tentu akan semakin meningkat. Rakyat kecil yang memiliki penghasilan pas-pasan tentu akan merasa berat dengan naiknya harga BBM tersebut.

Timbulnya masalah seperti ini membuat para peneliti mencari cara membuat bahan bakar alternatif. Hingga kini, ada berbagai penelitian yang dilakukan untuk menghasilkan bahan bakar alternatif, salah satunya dengan memanfaatkan sumber nabati. Sumber nabati dipilih dengan alasan lebih ramah lingkungan serta berasal dari bahan baku yang  mudah diperbaharui/dikembangkan.

Bahan Bakar Alternatif dari Sumber Nabati

Di beberapa negara seperti Perancis, Brazil, Swedia, Amerika, dan beberapa negara lain sejak awal abad 20-an sudah memanfaatkan etanol menjadi bahan bakar untuk kendaraan. Perusahaan mobil Ford sebenarnya sudah melihat potensi ini menjadi bahan bakar di masa depan. Namun karena bahan bakar petroleum jauh lebih murah, kemudian produsen memilih untuk merancang mobil dengan bahan bakar tersebut. Inilah yang membuat mengapa mobil petroleum menjadi dominan.

Penelitian-penelitian yang kini banyak dilakukan lebih fokus pada pemanfaatan biotenaol menjadi sumber bahan bakar. Bahan bakar bioethanol ini dapat diproduksi dari bahan-bahan baku seperti ubi, jagung, jarak, serta beras.

Pembuatan bioethanol ini dapat menggunakan beras atau air beras. Beras memiliki kandungan vitamin, protein, dan mineral. Kandungan-kandungan ini oleh mikroorganisme kemudian akan dirombak menjadi bioethanol. Bioetanol ini tidak hanya bisa digunakan untuk kendaraan saja, tapi juga untuk kompor minyak tanah.

Cara Membuat Bioetnol untuk Kompor Minyak dari Beras

Berikut ini beberapa langkah dalam proses pembuatan bioethanol dengan berbahan dasar beras.

  1. Cuci beras hingga bersih.
  2. Masak beras hingga menjadi bubur, kemudian panaskan dengan menggunakan malat. Malat merupakan beras yang berkecambah. Malat mengandung enzim yang dapat menguraikan pati menjadi karbohidrat yang sederhana yaitu maltose.
  3. Masukkan ragi pada bubur tersebut, lalu biarkan hingga suhunya sekitar 350C. Biarkan selama beberapa hari hingga proses fermentasi sempurna. Kemudian tutup rapat. Jangan sampai ada udara yang masuk. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi proses oksidasi etanol yang bisa menjadi asam ethanoat atau cuka. Biarkan hingga sekitar 4 atau 5 hari. Dari proses ini akan dihasilkan etanol sekitar 90%. Kadar etanol ini disebut juga dengan minyak tanah BE 40.
  4. Dalam etanol 90% masih tekandung Pb atau timbal, dengan begitu perlu ditingkatkan lagi hingga mencapai etanol 95%. Caranya dengan menambahkan batu gamping atau batu kapur.

Selain beras, bahan baku yang bisa digunakan yaitu ubi atau singkong. Jadi, jika beras terlalu mahal untuk dijadikan bioeanol, masyarakat bisa menggantinya dengan singkong dengan cara pembuatan yang hampir sama dengan pembuatan dari beras.

Demikianlah informasi tentang cara membuat bahan bakar alternatif. Semoga bermanfaat.

Selanjutnya : Mengupas Faktor Terbentuknya Batuan Beku
Sebelumnya: Seputar Pengantaran Pos Barang Elektronik
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar