Cara Membuat Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang


Seorang bapak tampak mengernyitkan kening setelah mendengar penjelasan dari pegawai Customer Service dari suatu bank umum nasional. Proposal kreditnya ditolak olah pihak bank. Padahal usahanya terbilang maju dan prospektif. Untunglah masih ada harapan, pihak bank hanya memberi catatan pada proposal ajuan kredit untuk memperbaiki laporan kuangan usahanya. Ternyata, akar permasalahan terletak pada cara membuat laporan laba rugi perusahaan dagang yang kurang memenuhi standar pelaporan di bank tersebut.

Laporan rugi laba adalah salah satu bentuk laporan keuangan yang memperlihatkan nilai pendapatan dan biaya pada periode tertentu. Untuk bisa menyusun laporan tersebut diperlukan data-data transaksi perdagangan. Oleh karena itu, diperlukan administrasi yang rapi untuk data-data transaksi.

Cara membuat laporan rugi laba perusahaan dagang yang biasa diajarkan di sekolah yakni bentuk single step dan multi step. Bentuk single step dibuat dengan cara mengumpulkan semua jenis pendapatan pada satu kelompok dan semua jenis biaya pada satu kelompok juga. Kelompok jenis pendapatan dikurangi dengan kelompok jenis biaya. Hasilnya, bisa laba atau rugi. Hampir semua jenis usaha memakai bentuk single step karena kemudahan dalam pembuatannya.

Pada perusahaan dagang, disarankan untuk memakai bentuk multi step. Susunan laporan rugi laba dibuat secara bertahap. Baik pengelompokkan untuk pendapatan maupun biaya. Hal ini disebabkan oleh banyaknya jenis transaksi yang terjadi. Perincian laporan lebih diutamakan.

Tujuan pembuatan laporan rugi laba, yakni untuk membuat perhitungan besaran pajak yang akan dikenakan oleh pelaku usaha, memperlihatkan tingkat kesehatan usaha berdasarkan angka laba yang diperoleh, mengevaluasi usaha berdasarkan data histori perolehan laba dari waktu ke waktu, mengevaluasi tingkat efisiensi usaha berdasarkan komposisi biaya usaha.

Cara membuat laporan laba rugi perusahaan dagang di atas mudah dipelajari dan dipraktekan. Asalkan pendataan semua transaksi tersusun rapi. Mulai dari semua jenis biaya usaha dan pendapatan. Data yang rapi dan lengkap akan memudahkan pembuatan laporan keuangan beserta analisisnya. Laporan keuangan yang tersaji juga mudah terbaca oleh pihak lembaga keuangan. Dengan demikian, kejadian penolakan yang dialami oleh bapak tadi pada cerita di atas tidak terjadi. Penolakan bukan karena kinerja usaha yang buruk, tapi penyajian laporan keuangan yang belum berstandar.

Selanjutnya : Jurusan Yang Ada Dibinus
Sebelumnya: Love In Perth, Film Yang Dibintangi Gita Gutawa
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar