Cara Membuat Skripsi yang Baik


Bagi mahasiswa semester akhir, tentunya menyelesaikan skripsinya adalah hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Setiap mahasiswa berharap mendapatkan nilai A dalam sidang skripsinya. Menyusun atau membuat skripsi sebenarnya tidaklah sesulit yang dibayangkan. Intinya hanya perlu fokus dan manajemen waktu yang efektif dan efisien. Perlu diperhatikan cara membuat skripsi yang baik.

Membuat Skripsi

Pertama, tentukan dahulu tema atau topik yang hendak diangkat dalam skripsi. Usahakan tema ini yang bersifat aktual, karena tema aktual biasanya menarik untuk dibahas. Bila tidak memiliki tema yang aktual, cari tema-tema yang faktual dan timeless namun selalu hangat untuk diangkat. Dalam menentukan tema ini janganlah terlalu lebar atau umum, usahakan lebih fokus atau lebih spesifik agar pembahasannya tidak terlalu berkepanjangan.

Setelah tema didapat, buatlah RD (research design). Di dalam research design inilah kita tentukan tema, latar belakang masalah, pola penulisan (apakah akan menggunakan cara deduktif atau induktif atau gabungan keduanya) hingga hipotesa yang akan kita uji dalam skripsi. Keberhasilan dalam membuat research design inilah akan menentukan kelancaran bab-bab berikutnya dalam sebuah skripsi.

Kemudian, masuk ke dalam kajian literatur. Pilihlah teori-teori yang mainstream atau banyak digunakan dalam dunia penulisan ilmiah seperti skripsi. Ambilah satu buah grand teori dan beberapa teori pendukungnya. Bisa digabungkan antara teori yang dihasilkan oleh akademisi luar negeri dan dalam negeri. Lalu setelah yakin dengan teori-teori yang dipegang, maka selanjutnya adalah mengangkat permasalahan.

Kemudian masuk ke dalam pembahasan masalah. Di sinilah penggabungan antara permasalahan yang ada dan teori-teori yang diajukan. Bagaimana sebuah teori tersebut menjawab atau menjelaskan persoalan yang diangkat dalam skripsi. Tentunya disertai dengan berbagai data dan fakta yang didapat di lapangan atau melalui studi pustaka atau wawancara mendalam dengan pihak-pihak yang berkompeten dalam memetakan permasalahan yang diangkat.

Kemudian setelah pembahasan masalah, terakhir adalah kesimpulan. Di sinilah akhirnya hipotesa yang diajukan dapat dijelaskan atau dipertahankan setelah melalui serangkaian uji coba terhadap permasalahan yang diangkat.

Dari semua cara membuat skripsi tersebut, satu hal yang paling penting adalah selalu konsultasi dengan dosen pembimbing terutama dalam pembuatan hipotesa dan pemilihan teori-teori yang akan dipakai. Bila si mahasiswa pintar dalam mengatur waktunya, harusnya skripsi yang berisi 5 bab tersebut bisa selesai dalam waktu 1,5 hingga 2 bulan saja. Percayalah.

Selanjutnya : Bacaan Doa Sebelum Berhubungan Intim
Sebelumnya: Tanda-tanda Orang Sakit Kuning
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar