Cara Membuat Story Telling yang Bagus dalam Berpromosi


Mendengar istilah ‘story telling’ biasanya langsung mengasosiasikannya dengan cerita untuk anak-anak. Padahal tidak harus demikian. Metode story telling juga dapat digunakan untuk membuat tulisan jenis apa saja, dengan maksud agar tulisan yang dibuat lebih menarik dan mudah dimengerti. Lalu, bagaimana cara membuat story telling yang bagus?

Metode Story Telling

Seperti yang tadi telah diungkapkan, metode story telling dapat diterapkan pada berbagai jenis tulisan. Misalnya saja untuk membuat artikel tentang marketing. Artikel promosi dan marketing tentu saja harus dibuat semenarik mungkin agar pembaca tergerak hatinya untuk akhirnya membeli atau menggunakan produk dan jasa yang dipromosikan itu.

Dalam menerapkan metode story telling pada artikel yang sifatnya promosi atau marketing, tentu saja yang yang harus diperhatikan adalah fakta. Apa yang tercantum dalam tulisan tersebut haruslah sesuatu yang benar, bukan fiksi atau khayalan. Kata-kata yang digunakan harus tepat sehingga tidak akan menimbulkan kesalahan tafsir kalimat. Perhatikan jika menggunakan kata-kata atau istilah asing. Jangan sampai menggunakan istilah yang salah.

Tulisan tersebut juga harus menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Jika memang perlu menggunakan istilah asing, gunakan yang memang sudah familiar di telinga calon konsumen. Jika calon konsumen saja sudah tidak mengerti bahasa yang disampaikan dalam artikel promosi tadi, bagaimana mungkin mereka akan tertarik menggunakan produk yang ditawarkan, bukan? Jika memang diperlukan, jelaskanlah arti dari sebuah istilah yang digunakan.

Walaupun menuliskan artikel promosi, tapi tetap saja harus memberikan manfaat kepada yang membacanya. Seperti halnya cerita anak-anak. Walaupun hanya sebuah khayalan, namun ada nilai-nilai moral yang bisa diambil oleh anak-anak sebagai pembelajaran. Demikian juga dengan artikel promosi. Jika ada manfaat yang dapat diambil oleh pembaca dari artikel tersebut, sangat besar kemungkinan mereka untuk akhirnya memutuskan akan menggunakan produk yang ditawarkan. Sebisa mungkin hindari kata-kata yang menunjukkan bahwa Anda sedang ‘jualan’, karena ini biasanya malah membuat pembaca menjadi resisten.

Cara membuat story telling yang bagus juga menyebutkan sumbernya, jika Anda memang mengutip kalimat atau isi tulisan yang pernah dibuat oleh orang lain jangan sampai mengklaim bahwa hal tersebut adalah karya Anda, karena akan menurunkan tingkat kepercayaan calon konsumen, jika suatu saat mereka mengetahui bahwa Anda menjiplak karya orang lain.

Selanjutnya : Bagaimana Membuat Contoh Susunan Rencana Manajemen Dalam Proposal Wirausaha
Sebelumnya: Judul yang Baik Jurusan Akuntansi
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar