Cara Menentukan Variable Dalam Penelitian


Cara Menentukan Variable dalam Penelitian

Cara menentukan variabel dalam penelitian langkah awalnya dilihat dari judul penelitian. Dalam judul penelitian terdapat dua atau lebih unsur variabel.

Kalau antara variabel X dan Y saling mempengaruhi, disebut korelasional atau saling berhubungan. Akan tetapi jika tidak ada variabel yang saling mempengaruhi, disebut variabel tunggal. Dalam hal ini, peneliti hanya membuat defenisi operasional variabel.

Misalnya yang dimaksud “kinerja’ pada penelitian harus dibuatkan batasannya supaya jelas maksudnya. Sebab, nantinya akan berhubungan dengan pencarian data variabel dimaksud.

Kalau yang dimaksud kinerja dalam penelitian itu hasil kerja, hal itu belum jelas. Lantaran hasil kerja pun banyak. Untuk menghindari perbedaan penafsiran, sebaiknya defenisi variabel harus dibuat sejelas mungkin.

Variabel harus didefinisikan dengan jelas dalam bab tinjauan kepustakaan. Lalu diambil pengertiannya, selanjutnya dicari fenomena yang ada kaitannya dengan variabel.

Variabel bisa diartikan segala sesuatu yang mau dijadikan objek pengamatan dalam penelitian. Sering juga dikatakan, variabel penelitian merupakan faktor-faktor yang berperan pada peristiwa yang akan diteliti.

Jadi, bila ada pertanyaan terkait dengan apa yang mau diteliti, jawabannya berhubungan dengan variabel penelitian. Variabel penelitian pada prinsipnya segala sesuatu dalam bentuk apa saja.

Variabel penelitian ditetapkan seorang peneliti guna dipelajari agar memperoleh informasi terkait dengan hal tersebut.

Variabel penelitian sangat ditentukan landasan teorinya yang ditegaskan oleh hipotesis dari penelitian. Karena itu, jika berbeda landasan teoritisnya, variabel-variebel penelitian pun akan berbeda.

Jumlah variabel dalam objek pengamatan akan ditentukan oleh rancangan penelitiannya. Semakin sederhana rancangan suatu penelitian, akan makin sedikit jumlah variabelnya. Begitu juga sebaliknya.

Variabel juga dapat diklasifikasikan sesuai dengan peran dan jenisnya dalam penelitian. Dalam hal ini, variabel dapat dibagi menjadi empat jenis, yaitu variabel nominal, variabel ordinal, variabel interval, dan variabel ratio.

Variabel nominal ditetapkan pada proses penggolongan. Variabel nominal bersifat diskret serta saling pilah (mutually exclusive) antara yang satu dengan dan yang lain. Contohnya: status perkawinan, jenis kelamin, dan jenis pekerjaan.

Variabel ordinal disusun berdasarkan jenjang pada atribut tertentu. Jenjang tertinggi diberi angka 1, jenjang di bawahnya angka 2, dan seterusnya. Sementara variabel interval dihasilkan dari pengukuran. Sedangkan variabel ratio adalah variabel yang kuantifikasinya memiliki nol mutlak.

Jadi cara menentukan variabel dalam penelitian banyak landasan yang menentukannya. Semua itu harus dipahami oleh seorang peneliti.

Selanjutnya : Kiamat di Depan Mata
Sebelumnya: Novel Kisah Cinta Selalu Menarik
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar