Tata Cara Menulis Footnote yang Benar


Cara menulis footnote yang benar, sangat penting untuk diketahui. Terlebih jika footnote digunakan dalam karya tulis ilmiah. Footnote atau catatan kaki sendiri bisa digunakan sebagai kode etik penulisan yang berlaku.

Sebagai kode etik footnote lebih merujuk pada penghargaan atas karya orang lain yang dijadikan sumber referensi. Mengingat footnote ini sangatlah penting, maka sebelum membahas cara menulis footnote yang benar, sebaiknya diketahui dulu apa sebenarnya tujuan dari penulisan footnote atau catatan kaki.

Tujuan, Kegunaan dan Penulisan Footnote

Salah satu tujuan dan kegunaan footnote telah diuraikan di atas, beberapa tujuan lainnya adalah:

1. Pendukung keabsahan penemuan dan atau pernyataan penulis yang tercantum dalam karya tulis. Catatan kaki ini bisa berupa penjelasan atau definisi tentang kata atau istilah sebagai contoh:

… Beberapa pengusaha pakaian jadi yang menerapkan sistem makloon  terbukti memiliki jaringan yang lebih luas…

Dari contoh di atas, terlihat ada kata atau istilah yang ingin diberikan penjelasan, yaitu makloon. Maka kata tersebut seharusnya dijelaskan dan didefinisikan sedemikian rupa agar pembaca bisa mengerti. Penulisannya penjelasan tersebut ada di bagian bawah halaman dengan merujuk pada nomor yang berkaitan dan menggunakan huruf kecil, seperti berikut:

_______

Makloon adalah sistem …

2. Digunakan sebagai petunjuk sumber atau referensi, kegunaannya hampir sama dengan daftar pustaka. Namun, penulisannya berbeda. Jika informasi penulis dalam daftar pustaka diawali dengan nama belakang dan dipisahkan dengan koma, maka dalam footnote diawali dengan nama depan.

3. Referensi silang, yaitu informasi yang menunjukkan halaman tentang kesamaan pembahasan yang ada dalam karya tulis. Cara penulisannya bisa bermacam-macam, seperti pada contoh berikut:

“sebagaimana diketahui, bahwa usaha pakaian jadi di wilayah Surapati, Bandung, adalah pecahan pengetahuan3 yang …”
_______
3Lihat, hal 1, 34

4. Digunakan untuk memperluas pembahasan yang dirasa perlu tapi tidak terlalu relevan dengan pembahasan yang ada dalam karya tulis. Penjelasan seperti ini, bisa juga berupa kutipan. Sebagai contoh:

“Hubungan sosial yang ada dalam jaringan pengusaha pakaian jadi, bisa dikategorikan menjadi hubungan vertikal dan hubungan horizontal. 4”
_______
4Sumintarsih dalam Ahimsa Putra menjelaskan bahwa …

Dari beberapa poin di atas, terlihat bahwa penulisan footnote atau catatan kaki sangat bergantung pada tujuan dan kegunaannya. Dengan kata lain setiap tujuan memiliki cara penulisan yang berbeda. Semoga pembahasan singkat tentang cara menulis footnote yang  benar ini, bisa memberikan manfaat.

Selanjutnya : Aplikasi Tambahan Internet Letop Selain Modem
Sebelumnya: Apakah Susu Beruang Bagus untuk Ibu Hamil?
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar