Cara Stek Tanaman Mawar Agar Rajin Berbunga


Tidak sedikit orang yang tertarik untuk melakukan stek pada tanaman mawar. Namun, perawatan yang diberikan tidak tepat sehingga tanaman hasil stek itu tidak menghasilkan bunga seperti yang diharapkan. Mungkin pernah berbunga sekali atau 2 kali. Tapi setelah itu tidak pernah ada bunga lagi yang muncul. Apakah cara stek tanaman mawar yang dilakukan belum benar?

Keindahan bunga mawar pastinya jadi salah satu alasan, mengapa dilakukan stek pada tanaman tersebut. Kalau tanaman mawar yang sudah distek tidak mau berbunga, atau jarang berbunga, tentu akan mengecewakan orang yang membudidayakannya. Sebaiknya jangan kecewa dulu, karena mungkin ada masalah perawatan tanaman mawar yang belum tepat, sehingga tanaman tidak mau rajin berbunga.

Yang harus diperhatikan adalah lokasi media tanam setelah mawar distek. Mawar membutuhkan sinar matahari yang cukup, minimal 5 – 6 jam per hari, khususnya matahari pagi. Selain itu, mawar dapat tumbuh dengan baik di tanah yang drainasenya baik, yaitu tanah yang gembur dan kaya humus. Usahakan agar tanam tempat mawar ditanam selalu disiram agar selalu lembab.

Tidak cukup sampai di situ. Perlu juga dilakukan perawatan pada tanaman mawar. Misalnya dengan membersihkan gulma-gulma yang berada di dalam pot atau berada di sekitar tanaman mawar. Pupuk juga harus diberikan, yaitu pada tanaman mawar yang telah tumbuh daunnya. Pupuk yang terbaik adalah kompos atau pupuk kandang.

Tapi jika harus menggunakan pupuk kimia, gunakanlah pupuk NPK. Pupuk ini bisa diberikan sekitar 2 minggu setelah hasil stek ditanam, juga diberikan secara rutin 3 hingga 4 kali sehari.

Tanaman mawar ini juga harus rajin dipangkas, khususnya jika tingginya sudah mencapai 60 cm. Hal ini dilakukan untuk merangsang keluarnya bunga. Caranya, potong cabang di atas pangkal tangkai daun kedua atau mata tunasnya, sedikit saja. Potong ranting dengan kemiringan 45 derajat.

Cara stek tanaman mawar berikutnya agar rajin berbunga adalah dengan waspada terhadap hama dan penyakit yang bisa menyerang tanaman ini, seperti kutu daun, kumbang, siput, ulat bulu, cacing, atau tungau.

Selanjutnya : Menguak Sistem Suspensi Racing Ninja RR
Sebelumnya: Film Komedi Terlucu Indonesia
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar