Tehnik dan Cara Sulam Benang Wol


Menyulam bisa diartikan melukis dengan menggunakan media kain dengan tehnik keterampilan menusuk jarum dan benang. Tehnik ini berkaitan dengan bahan yang digunakan untuk menyulam.

Jika sebuah lukisan mendapat warna-warna dari cat maka sulaman mendapatkan warna dari benang. Salah  satu cara sulam benang wol merupakan cara yang populer selain dengan menggunakan benang lain seperti benang katun, rayon, atau sutra.

Jarum yang digunakan untuk sulam benang wol yaitu jarum chenille dengan ukuran 18-24. Ciri jarum ini ada pada matanya yang lebar sehingga cocok untuk benang berukuran tebal. Selain itu ujung jarum chenille juga tajam.

Selain chenille jarum lain yang cocok untuk benang wol adalah tapestry. Cirinya ada pada batangnya yang tebal dengan ukuran panjang sedang, matanya panjang, dan ujungnya tumpul.

Benang wol memiliki serat lebar dan pada ujungnya akan berserabut. Agar benang lebih mudah masuk pada mata jarum maka ujung benang wol dibasahi dan dilipat. Ada beberapa jenis benang wol yang digunakan untuk sulaman.

Crewel wool atau benang kinlon adalah benang yang sering digunakan pada media strimin plastik dengan lubang besar dan kain kanvas.

Benang wol berukuran sedang disebut juga dengan tapestry wool. Panjangnya kira-kira 13,8 meter untuk tiap gulungan. Kain strimin plastik berkotak kecil cocok dengan benang wol ini.

Sementara benang wol yang berukuran lebih kecil disebut dengan rug wool. Panjangnya 6 meter untuk setiap gulungan. Hasil akhir dengan rug wool biasanya lebih halus dan benang ini cocok digunakan untuk hiasan dinding.

Pada dasarnya menyulam adalah memberikan tekstur pada media kain atau strimin. Karena efek sulaman ini adalah timbul maka sulaman lebih sering dipakai untuk memperindah barang misalnya taplak, tas, keset, dsb.

Biasanya sulaman dengan benang wol ini menggunakan lima tehnik dasar. Untuk variasi rumit menggunakan tusuk bintang, tusuk ikal, dan tusuk diagonal. Sementara untuk cara sulam benang wol sederhana bisa menggunakan tehnik lurus dan tehnik silang.

Demikianlah pembahasan mengenai cara sulam benang wol yang dapat disampaikan, semoga bermanfaat.

Selanjutnya : Islam Sebagai Budaya Koentjaraningrat
Sebelumnya: Bagaimana Menulis Isi Abstrak Skripsi
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar