Cara Tanam Ala Vertikultur


Cara bercocok tanam memang beragam salah satu cara tanam ala vertikultur. Seperti namanya vertikultur merupakan cara tanam dengan media tanam yang vertikal atau dari atas ke bawah. Cara  bercocok tanam biasanya memang secara horizontal di atas tanah, cara tanam seperti ini membutuhkan tanah yang luas.

Tapi tak semua orang memiliki dan mampu membeli lahan yang luas untuk pertanian atau budi daya tanaman. Vertikultur bisa dijadikan solusi untuk orang-orang yang ingin bercocok tanam dengan media yang tidak terlalu luas.

Tanaman yang bisa ditanam secara vertikultur ada berbagai macam mulai dari sayuran, buah-buahan dan bunga. Jenis vertikultur juga ada beberapa macam diantaranya model tempel, model gantung, model rak dan model tegak.

Keuntungan dari menggunakan metode vertikultur diantaranya :

a.    Menghemat penggunaan lahan

b.    Menghemat pipik dan pestisida

c.    Dapat dipindahkan dengan mudah

d.    Lebih mudah diawasi

Berbeda dengan cara tanam konvensional, para petani vertikultur perlu menyiapkan media vertikultur yang khusus untuk tanamannya. Media vertikultur tersebut dirakit terlebih dahulu secara vertikal. Bahan untuk membuat media tersebut bisa dari rak kayu, talang air dan pot.

Misalnya kita ingin membuat media berupa rak, maka kita buat dulu raknya dari kayu. Posisi rak juga harus diperhatikan, jangan sampai tanaman yang berada dibawah tidak terpapar sinar matahari. Selain dari kayu dapat juga membuat rak dari media lain seperti besi. Setelah menyiapkan rak kita siapkan media tanamnya. Media tanamnya dapat berupa campuran pupuk kandang dan tanah. Media tanam nantinya dimasukkan ke dalam pot yang disusun di rak.

Beberapa tanaman yang bisa ditanam secara vertikultur antara lain bawang, sawi, kankung, seledri, dan selada. Kualitas tanaman secara vertikultur akan sama atau mungkin lebih baik daripada tanaman konvesional jika penanaman dan pemeliharaannya juga baik.

Menjadi petani vertikultur bisa dijadikan bisnis baru yang menjanjikan. Cara tanam ala vertikultur tidak terlalu sulit dilakukan. Perlu dicoba dulu dengan satu media vertikultur, jika berhasil maka bisa dilanjutkan dengan membuat media vertikultur yang lainnya.

Selanjutnya : Asal Batik Parang dan Filosofinya
Sebelumnya: Resiko Kehamilan terhadap Kesehatan
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar