Cerita Anak tentang Mengenal Benda Alam: Kayu dan Batu

Ketika hendak mendidik buah hati tercinta, tentu ada keinginan untuk membuatnya mengetahui lingkungan sekitar. Cerita anak tentang mengenal benda alam bisa menjadi cara ampuh untuk pengetahuan ini.

Kita bisa memperkenalkannya pada fungsi kayu, batu, air, dan sebagainya, sambil memberikan pesan moral di dalam cerita tersebut untuk menanamkan kesopanan sejak kecil kepadanya.
Kayu dan Pinokio

Sebagai contoh, untuk mengenalkan anak dengan kayu, kita bisa memilih cerita Pinokio. Awalnya, seorang Tuan Antonio mendapati balok kayu yang sedianya akan dijadikan sebagai kaki meja. Tapi, setiap kali ia mengayunkan kapak, kayu itu menjerit, “Jangan potong aku”.

Hingga akhirnya kayu itu diserahkan kepada Geppeto yang ingin membuat boneka tali. Dalam sekejap, kayu tersebut diukir sedemikian rupa sehingga menjadi Pinokio. Geppeto mengajarkan semua hal kepada Pinokio, mulai dari cara berjalan dan sebagainya.

Sayang, Pinokio memiliki kelemahan sifat. Hidungnya akan memanjang setiap kali berbohong. Di akhir cerita, Pinokio akhirnya berubah menjadi manusia setelah berbuat tulus menyerahkan seluruh tabungannya untuk yang lebih membutuhkan.

Dengan cerita ini, anak akan lebih bisa menghargai kayu dan terutama hasil hutan. Seperti kayu pembentuk Pinokio, sejatinya hasil hutan memiliki “suara”, hanya kitalah yang menutup telinga dan mempergunakannya demi kebutuhan manusia yang tiada batas.

Anak juga akan belajar agar tidak berbohong dan bersikap tulus. Jika Pinokio yang kayu saja bisa menjadi manusia, apalagi manusia jika berbuat baik. Tentu ia akan menjadi orang yang berguna bagi masyarakat.

Batu dan Etika

Dalam berbagai budaya di negeri kita, ada sekian kisah yang mengaitkan etika dengan batu. Bentuknya yang kukuh, keras, seakan melambangkan dengan tepat kebebalan seseorang. Maka, ada kisah Malin Kundang. Ia dibesarkan oleh sang ibu dengan penuh cinta.

Setelah tiba masanya, ia berlayar dan menjadi seorang saudagar kaya. Tapi, kemewahan harta telah menggelapkan hati. Kala pulang kampung tanpa sengaja, ditemuinya sang ibu yang sudah tua renta dan tidak dikenali lagi. Malulah Malin dengan kenyataan ini. Ia tidak mengakui keberadaan sang ibu, kemudian dikutuk menjadi batu.

Hikmah ketika membacakan cerita ini untuk anak, tentu bukan untuk menakut-nakutinya. Tapi, mengajarkan pentingnya berbakti kepada orang tua.

Masih ada banyak cerita anak tentang mengenal benda alam lain yang bisa ditemui, dan alangkah menariknya jika hal tersebut disampaikan sambil membuat anak menyaksikan benda-benda alam tadi.

Loading...
Selanjutnya : Kisah Teladan Para Nabi – Nabi Yahya dan Iblis
Sebelumnya: Catatan Prestasi dan Keunggulan Universitas Brawijaya Malang
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar