Sejarah dan Cerita dari Kerajaan Pajajaran

Masih ingatkah Anda dengan cerita dari Kerajaan Pajajaran? Kerajaan pajajaran juga dikenal dengan Kerajaan Sunda. Kerajaan ini berdiri pada tahun 1482 atau sejak Sri Baduga Maharaja naik tahta. Ia adalah raja pertama di Kerajaan Pajajaran. Pusat pemerintahan dan ibukota Kerjaan Pajajaran berada di Pakuan yang kini menjadi Kota Bogor.

Sejarah Kerajaan Pajajaran

Pada akhir 1400-an, Majapahit mulai melemah dan sering terjadi perebutan tahta antarketurunan raja. Untuk menghindari pertempuran, banyak keluarga kerajaan yang memilih mengungsi ke Kerajaan Galuh. Termasuk dalam rombongan tersebut seorang saudara dari Raja Kertabumi (Brawijaya V) bernama Raden Baribin. Ia diterima dengan sukacita di kerajaan Galuh bahkan dinikahkan dengan putri Raja Dewa Niskala bernama Ratna Ayu Kirana. Raja Dewa Niskala juga menikahi seorang pengungsi.

Berita mengenai pernikahan-pernikahan itu akhirnya didengar oleh Kerajaan Sunda dan membuat Raja Sunda, Susuktunggal murka. Ia beranggapan bahwa Raja Galuh telah mencoreng kehormatan orang-orang Sunda-Galuh karena menikahi keturunan dari Majapahit. Kerajaan Galuh dan Sunda merupakan keluarga karena putra dari Raja Galuh menjadi menantu di Kerajaan Sunda.

Pertikaian kedua kerajaan ini berhasil diredam dengan keputusan untuk turun tahta dan menunjuk satu pewaris. Ternyata kedua kerajaan menunjuk orang yang sama yakni Raden Jayadewata, putra mahkota Kerajaan Galuh. Akhirnya ia naik tahta dengan gelar Sri Baduga Maharaja dan menyatukan kedua kerajaan. Cerita dari Kerajaan Pajajaran ini dibuktikan dengan penemuan beberapa benda bersejarah seperti prasasti Batu Tulis, Prasasti Sanghyang Tapak, Prasasti Kawaii, Prasasti Rakyan Juru Pangambat, Prasasti Horren, Prasasti Astanagede, dan peninggalan-peninggalan lainnya.

Masa Keemasan dan Kemunduran Kerajaan Pajajaran

Banyak dituturkan bahwa masa kejayaan atau keemasan Kerajaan Pajajaran adalah semasa diperintah Sri Baduga Maharaja (1483-1521). Sri Baduga Maharaja membangun Telaga Maharena Wijaya, membangun jalan menuju ibukota, memperkuat pasukan keamanan, menghadiahkan sebuah desa kepada para pendeta agar kehidupan keagamaan dapat berkembang, membangun kaputren, asrama prajurit, mengembangkan formasi pertempuran, mengembangkan seni pertunjukan, menyusun undang-undang termasuk mengatur pemungutan pajak (upeti) dari raja-raja bawahan.

Berkat jasa-jasa mulianya, masyarakat pun memberi gelar Raja Siliwangi (Raja yang harum namanya). Semua jasa-jasa Sri Baduga Maharaja ditemukan pada prasasti Kebantenan, prasasti Batu Tulis, cerita pantun, dan babad.
Kerajaan Pajajaran mengalami kemunduran pada 1579 dengan diboyongnya tahta kerajaan oleh Maulana Yusuf dari Keraton Surosonan. Hal ini dilakukan agar kelak tidak ada raja Pajajaran yang dapat naik tahta. Demikian cerita dari Kerajaan Pajajaran, semoga bermanfaat.

Loading...
Selanjutnya : Bagaimana Cara Menyeimbangkan Hormon pada Wanita?
Sebelumnya: Contoh Dakwah tentang Mencuri dan Hukumnya
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar