Cerita Dongeng Singkat Pengantar Tidur


Anak-anak sangat suka mendengar cerita dongeng, apalagi menjelang tidur. Dongeng sendiri juga merupakan cerita yang baik diperdengarkan kepada anak-anak.

Meskipun terkadang tidak logis, namun pesan moral dari sebuah cerita dongeng dapat menginspirasi anak-anak. Apalagi bila disampaikan dengan bahasa yang enak di dengar, gesture tubuh yang baik, dan kemampuan mengatur ekspresi wajah, dipastikan anak-anak akan menjadi pendengar yang baik.

Tidak perlu membaca dongeng yang terlalu panjang ketika anak akan berangkat tidur. Sangat efektif bila orang tua membacakan cerita dongeng singkat saja. Setidaknya, dongeng akan selesai sebelum dia terlelap.

Sehingga ada waktu bagi Anda untuk bertanya apakah si anak tahu makna yang dikandung dari dongeng tersebut. Sebagai contoh, artikel ini akan menyajikan satu dongeng singkat klasik yang samapi sekarang masih sering dibacakan para orang tua kepada anak-anaknya. Berikut contohnya:

Dongeng Katak yang Tuli

Suatu hari, di sebuah kota diadakan lomba memanjat menara untuk para kodok-kodok kecil yang ada di kota tersebut. Berpuluh katak kecil mencalonkan diri sebagai peserta.

Awalnya, semua peserta bersemangat, meskipun menara terlihat menjulang tinggi. Namun, ketika perlombaan dimulai, katak-katak kecil mulai kehilangan kepercayaan diri. Terlebih ketika penonton berkata, “Menaranya terlalu tinggi, kalian tidak akan bisa sampai ke puncak menara.”

Satu per satu katak-katak kecil kehilangan semangat dan memilih mundur sebelum perlombaan usai. Katak-katak yang mundur dianggap kalah. Namun, ada seekor katak kecil yang masih mencoba melompat-lompat menuju puncak menara.

Sedangkan katak-katak lain yang meragukan kemampuannya, semakin nyaring meneriakinya turun, “Sudaaah..turun saja kau katak kecil. Menaranya terlalu tinggi. Kau tidak akan berhasil menjangkaunya.”

Katak kecil itu tidak terpengaruh. Dia masih saja melompat-lompat seakan-akan tidak peduli bagaimana hebohnya para penonton menertawakan perbuatannya. Ada yang sinis menghinanya,

“Ih..katak kecil tidak tahu diri. Jelas-jelas menara itu tinggi, masih saja mencoba naik ke puncaknya.”

Lagi-lagi katak itu tidak peduli. Sampai akhirnya, ia berhasil menjangkau puncak menara. Penonton terperangah. Setelah dicari tahu, ternyata katak tersebut tuli.

Makna dongeng ini adalah agar setiap orang perlu mengabaikan cemoohan orang lain. Teruslah berusaha sampai berhasil tanpa memperdulikan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Demikian contoh cerita dongeng singkat. Semoga bermanfaat.

Selanjutnya : Islam dan Remaja dalam Isu Terorisme
Sebelumnya: Fungsi Umum Macam-macam Sayuran
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar