Cerita Rama dan Sinta Bahasa Jawa


Cerita Rama dan Sinta bahasa Jawa dalam kitab sastra Ramayana ini bercerita tentang penjuangan hidup Rama. Cerita Rama dan Sinta ini sebenarnya berasal dari India, dan berkembang sampai ke tanah Jawa melalui penyebaran agama Hindu. Pada masa kerajaan bermula, kerajaan-kerajaan di nusantara dipengaruhi oleh ajaran Hindu-Budha. Oleh karena itu kitab sastra Ramayana menjadi salah satu karya sastra pada masa itu.

Cerita Rama dan Sinta

Ramayana sendiri berasal dari kata Rama yang artinya menyenangkan, menarik, serta yana yang artinya pengembaraan. Kisah inti dari Ramayana sendiri dikisahkan oleh Walmiki dari India pada tahun 400 SM.

Kisah Ramayana tersebut menjadi kitab suci agama Wishnu. Tokoh-tokoh yang dikisahkan dalam kitab Ramayana ini dijadikan teladan dalam hidup oleh pemeluknya, panutan kebenaran, keadilan, persahabatan, kepahlawanan, dan percintaan.

Para tokoh yang ada dalam kitab Ramayana ini terdiri dari Rama, Sinta, Leksmana, Sugriwa, Wibisana, serta Hanuman. Kitab Ramayana yang ditulis oleh Walmiki dari India juga ada versi Jawanya. Hal ini tidak bisa dipungkiri mengingat pengaruh ajaran Wishnu juga berkembang di kerajaan Jawa.

Kitab sastra Ramayana atau kisah Rama dan Sinta ini sudah ada pada zaman Mataram Kuno yang waktu itu dipimpin oleh Prabu Dyah Balitung. Kitab sastra Ramayana ini ditulis dengan bahasa Jawa Kuno yang disebut dengan bahasa Jawa Kawi. Kitab sastra Ramayana versi Jawa ini tidak menginduk pada kisah yang ditulis oleh Walmiki, tetapi ditulis lebih singkat dan lebih banyak ajaran serta kata berbahasa yang indah.

Kitab sastra Ramayana versi Jawa Kuno ini memiliki dua versi lagi, yaitu versi pertama disebut dengan Kakawin dan Prosa, kemudian versi yang kedua disebut dengan Hikayat Sri Rama. Kisah Ramayana atau Rama dan Sinta ini dikenalkan kepada masyarakat melalui pertunjukkan wayang, terutama wayang orang.

Saat yang bersamaan pula hadir cerita Mahabharata dan membuat kisah Ramayana ini kurang populer. Kekurang populeran kisah Rama dan Sinta dalam kitab Ramayana ini dikarenakan keseluruhan kisahnya tidak mewakili perasaan atau kehidupan kaum awam tetapi lebih kepada kaum Brahmana dan Satria. Padahal jika dikaji lebih jauh, kisah Rama dan Sinta ini merupakan sebuah simbol perjuangan rakyat untuk merebut kemerdekaan negerinya.

Itulah ulasan singkat mengenai cerita Rama dan Sinta bahasa Jawa dalam kitab sastra Ramayana bahasa Jawa Kuno. Semoga bermanfaat.

Selanjutnya : Tip Membuat Cerita Ringkasan
Sebelumnya: Bahan Bahan Membuat Getah untuk Menjebak Burung Kecil
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar