Ringkasan Cerita Wayang Bahasa Jawa Ramayana


Setiap bulan purnama, cerita wayang bahasa Jawa Ramayana bisa dinikmati di kawasan Candi Prambanan. Candi yang terletak di perbatasan propinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta tersebut, selalu menyajikan pentas sendratari Ramayana, ketika bulan bersinar penuh. Hal ini dilakukan karena pementasan cerita Ramayana tersebut tidak dilakukan di dalam gedung, melainkan dimainkan di halaman candi.

Kesan eksotik demikian terasa ketika kita menyaksikan cerita wayang bahasa Jawa Ramayana di tempat tersebut. Latar belakang candi Prambanan yang terkenal dengan legenda Roro Jonggrang, nampak gagah dengan cahaya bulan yang bersinar terang. Sementara, para penonton bisa menyaksikan semua pertunjukan sambil duduk lesehan di halaman candi tersebut.

Cerita Ramayana

Kisah Ramayana sendiri merupakan sebuah cerita yang berlatar belakang kisah kepahlawanan dibalut dengan tema percintaan antara seorang putri raja bernama Dewi Shinta. Dewi Shinta merupakan putri dari kerajaan Mantili, yang dipimpin oleh Prabu Janaka.

Suatu waktu, Prabu Janaka mengadakan sayembara untuk mencari calon suami bagi Dewi Shinta. Dalam sayembara tersebut, keluar sebagai pemenang adalah putra mahkota dari kerajaan Ayodya, yang bernama Pangeran Rama Wijaya.

Meski tampil sebagai pemenang dalam sayembara tersebut, Pangeran Rama Wijaya tidak begitu saja dengan mudah menikahi Dewi Shinta.

Hal ini terjadi karena ada seorang raja dari Alengkadiraja yang bernama Prabu Rahwana yang sedang jatuh cinta kepada Dewi Widowati.

Namun, Rahwana menganggap bahwa Dewi Shinta merupakan sosok titisan dari Dewi Widowati yang dicintainya dan berusaha untuk merebut Dewi Shinta dari tangan Pangeran Rama Wijaya.

Shinta pun diculik oleh Rahwana saat sedang berada di sebuah hutan dan dibawa ke istananya. Rama yang menegtahui bahwa Shinta diculik oleh Rahwana, marah dan berusaha merebut kembali dengan mendatangi istana Rahwana. Akhirnya terjadilah pertempuran antara kerajaan Rahwana dengan pihak Pangeran Rama Wijaya.

Dalam pertempuran tersebut, Rahwana akhirnya kalah dalam pertempuran dengan Rama dan pasukannya. Rahwana sendiri mati karena terkena panah pusaka dari Rama serta terhimpit gunung Sumawana yang dibawa oleh manusia kera yaitu Hanoman.

Pada saat bertemu Dewi Shinta, mulanya Rama menolak untuk menerima Shinta dan menganggapnya sudah dinodai oleh Rahwana. Untuk membuktikan dirinya masih suci, Shinta membakar diri di dalam api dan mengatakan apabila terbakar maka berarti Shinta sudah ternoda.

Sebaliknya bila selamat berarti dirinya masih suci. Dan terbukti, setelah masuk ke dalam bara api, Shinta selamat dan tidak terbakar. Akhirnya, Rama membawa kembali Shinta ke istananya.

Selanjutnya : Akibat Nyeri pada Tungkai yang Sering Muncul karena Pemakaian High Hells
Sebelumnya: Mengenal Lebih Dekat Hewan Keledai
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar