Cerpen Khulafaur Rasyidin: Abu Bakar Ash-Shidiq

Cerpen Khulafaur Rasyidin: Abu Bakar Ash-Shidiq
Pentingnya Cerpen Khulafaur Rosyidin
Sebagai penerus generasi islam padamasa mendatang, anak zaman sekarang perlu dibekali dengan modal teladan yang diambil dari kisah-kisah hikmah yang bermuatan islami, seperti cerpen Khulafaur Rosyidin. Mengapa? Karena pada zaman sekarang sangat sulit melihat langsung suri teladan yang kuat agama dan kepribadiannya seperti yang telah dicontohkan oleh para nabi serta para sahabatnya, termasuk Khulafaur Rosyidin.

Tahap perkembangan anak sangat cepat dan menancap tajam pada diri dan pikirannya sehingga nantinya akan tercermin pada pola pikir, emosional, dan perilaku anak. Jika pada saat anak ‘meniru’ sesuatu yang salah, sifat itu akan sulit dihilangkan nantinya. Padahal, ‘meniru’ adalah salah satu tahap perkembangan anak yang didapat dari yang dilihat, dirasa, dan dilakukan. Karena itu, betapa pentingnya penanaman kembali karakter islami melalui cerita-cerita menarik dari kisah para sahabat, salah satunya melalui cerpen Khulafaur Rosyidin.

Loading...

Bagaimana Kisah Hikmah Masuk Islamnya Kholifah Pertama Abu Bakar Ash-Shidiq?

Abu Bakar Ash-shidiq merupakan khalifah pertama setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Beliau ditunjuk sebagai penganti Nabi Muhammad karena sifat beliau yang selalu membenarkan nabi tanpa ada keraguan sedikit pun, seperti peristiwa turunnya wahyu pertama di Gua Hiro, peristiwa isra miraj, dan segala yang dikatakan Nabi Muhammad selalu dia yakini. Oleh karena itu, beliau diberi gelar Ash-Shiddiq oleh Nabi.

Awal mula Abu Bakar mendengar kabar kenabian nabi adalah melalui seseorang yang menegurnya pada saat Abu Bakar berdagang di wilayah Thaif bersama Hakim bin Nizam. Orang itu berkata, “ Bibimu, Khadijah, mengaku bahwasannya suaminya Muhammad adalah seorang nabi sebagaimana Nabi Musa, sungguh dia telah mengabaikan Tuhan-Tuhan kita”. Mendengar hal itu, beliau langsung beranjak menemui Nabi Muhammad karena ingin mengetahui cerita sebenarnya langsung dari beliau.

Selama dalam perjalanan ke kediaman nabi, Abu Bakar mengingat kembali seputar pribadi Nabi Muhammad karena Abu Bakar adalah sahabat yang paling mengerti dengan diri dan sifat nabi. Beliau tidaklah sama dengan orang kebanyakan, pada saat orang-orang sangat mengagungkan berhala, beliau lebih memilih berdiam diri di Gua Hiro setiap tahunnya. Adanya nabi di keluarga Bani Sa’ad membawa keberkahan bagi mereka, juga tentang perkataan Bukhaira, salah satu pendeta yang mengingatkan Abu Thalib tentang tipu daya bangsaYahudi ketika mendengar kelahiran nabi.

Setibanya dikediaman Nabi Muhammad, Abu Bakar bertanya, “Apa yang sebenarnya terjadi dengan berita yang telah aku dengar tentangmu? Apakah engkau mengira kaummu mengakui kebenaran yang engkau katakan?” Maka Nabi pun menjawab, “Wahai Abu Bakar, maukah engkau kuceritakan sesuatu, apabila engkau rela aku akan terima, namun jika tidak suka maka aku akan menyimpannya.”

Berceritalah Nabi Muhammad tentang kejadian di Gua Hiro yang dialami Nabi dengan dibacakan beberapa ayat-ayat Alquran. Kemudian, tanpa ragu, Abu Bakar berbisik lirih kepada nabi, “Aku bersaksi bahwa engkau orang yang jujur. Apa yang engkau serukan adalah kebenaran. Sesungguhnya ini adalah kalam Allah.” Oleh karena itu, Abu Bakar diberi gelar “Ash-Shidiq”. Beliau selalu membenarkan apa yang nabi ucapkan dan lakukan tanpa ada sedikit pun keraguan dalam benaknya. Sejak itu pula, Abu Bakar berseru menyebarkan agama Islam bersama nabi dengan segala halang rintangnya. Selain gelar Ash-Shidiq, beliau juga disebut sebagai “Assabiqunal Awwalun”, orang-orang pertama yang masuk Islam.
Demikian sekilas cerpen Khulafaur Rosyidin, semoga bermanfaat.

 

 

 

Loading...
Selanjutnya : Ciri-Ciri Burung Murai Borneo Istimewa
Sebelumnya: Belajar Bahasa Asing dengan Mempelajari Cerpen Bahasa Inggris dan Analisisnya
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar