Betulkah Cerpen Sebagai Sarana Pendidikan Karakter Bangsa?


Artikel kali ini lebih ditujukan untuk mengkritisi sebuah maksud dari manfaat cerpen, terutama dalam perannya sebagai pembentuk pendidikan karakter sebuah bangsa. Melihat kenyataan yang terjadi dewasa ini, tidak ada salahnya kita melihat sisi lain seraya mempertanyakan apakah cerpen sebagai sarana pendidikan karakter bangsa masih memiliki tujuan seperti hal yang di maksud tersebut?

Bangsa kita, selain dikenal sebagai bangsa yang memiliki keanekaragamn suku bangsa, kekayaan alam, dan keberagaman budaya yang bernilai tinggi, tapi juga dikenal sebagai bangsa yang menjujung tinggi sastra.

Sastra, tidak hanya dianggap sebagai sebuah karya tulis semata, namun lebih dari, sastra dianggap sebagai pijakan/patokan dalam membentuk karakter tiap-tiap generasi dalam berbagai tingkatan periode yang berlangsung.

Salah satu bentuk dari sastra yakni cerpen, dianggap memegang peranan penting bagi pembentukan karakter bangsa. Dalam berbagai karya, cerpen berhasil menyajikan cerita maupun kisah-kisah yang mampu menginspirasi bagi pembaca.

Dalam cerpen, ada banyak pesan moral yang terkandung, diantaranya : sifat jujur, semangat tak penatng menyerah, kuat dan tegar mengahdapi apapupun, serta sabar, jujur dan percaya diri yang tinggi. Kesemua ini, secara teoritis diakui mampu mengilhami pembaca hingga akhirnya diahrapakan para pembaca dapat mencotoh/meniru sifat-sifat tersebut.

Akan tetapi, betulkah demikian adanya? Banyak para pembaca cerpen zaman sekarang malah menganggap bahwa cerpen hanyalah sebagai bahan bacaan ringan, yang dibaca pada saat waktu luang. Sedikit sekali yang mampu menyerap manfaat lebih dari kisah-kisah yang terangkum dalam cerpen tersebut.

Pernyataan di atas bisa jadi adalah penegasan yang keliru. Namun lihatlah bagaimana generasi muda sekarang. Tawuran terjadi dimana-mana, susah mencari orang yang jujur, dan kadang ketakutan malah makin menjadi-jadi. Jika kenyataannya seperi ini, masih cerpen memegang peranan penting dalam membentuk karakter bangsa yang sesungguhnya.

Namun, tidak yang bisa mengeneralisasikan pernyataan tersebut, karena semua kembali kepada para pembaca pakah mampu menyerap pesan moral dalam cerpen atau tidak. Yang pasti, apapun bentuknya, cerpen harus berisi segala hal yang mampu ditiru dengan baik oleh para pembaca, dan semoga ada banyak karya lainnya, yang betul-betul mampu ditransformasikan oleh para pembaca menjadi sebuah karakter kebangsaan yang utuh.

Selanjutnya : Penyanyi Cilik – Penyanyi Tembang Kenangan 90-an
Sebelumnya: Contoh Surat Permohonan Kerja Terkini
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar