Ciri-ciri Kebudayaan Sa Huynh

Ciri-ciri kebudayaan Sa Huynh bisa digunakan sebagai identitas budaya dan kelompok yang membedakannya dengan budaya atau kelompok lainnya. Kebudayaan Sa Huynh adalah kebudayaan yang dibawa oleh kelompok budaya dari kampung pesisir di Selatan Da Nang, Vietnam. Sebagai salah satu identitasnya, penduduk Sa Huynh menggunakan bahasa Cham. Bahasa Champ sendiri adalah rumpun bahasa Aistronesia yang coraknya sangat dekat dengan warna budaya India, Champa.

Kebudayaan Sa Huynh, bisa dikatakan memberikan pengaruh besar bagi persebaran manusia dan kebudayaan Indonesia. Berdasarkan teori persebaran, nenek moyang Indonesia berasal dari rumpun Melayu, yang kini mendiami wilayah Indonesia bagian barat dan semenanjung Malaya (Malaysia).

Loading...

Kebudayaan Fisik Sa Huynh

Ciri khas yang dibawa dari kebudayaan ini adalah, pembuatan tembikar, gerabah, bejana perunggu, tempayan kubur. Tempayan kubur merupakan ciri utama yang membedakan kebudayaan Sa Huynh dan kebudayaan penghasil tembikar lainnya. Sesuai dengan namanya, tempayan kubur adalah tempayan untuk mengubur jenasah. Dengan demikian, tembikar atau gerabah sebagai hasil dari kebudayaan di masa itu, telah digunakan dalam berbagai aspek kehidupan.

Sekilas Kebudayaan Sa Huynh

Sekitar 200 kuburan berbentuk tempayan ditemukan di Sa Huyn pada tahun 1909. Kuburan yang disinyalir merupakan peninggalan kebudayaan Sa Huynh. Uji arkeologi dengan metode test karbon terhadap kuburan tersebut, menunjukkan jika kebudayaan Sa Huyn memiliki periode yang sama dengan kebudayaan Dongson, yaitu millenium pertama SM.

Rekam jejak arkeologi lain, menggambarkan bahwa Kebudayaan Sa Huynh hidup dan berkembang di Pantai Vietnam dari akhir zaman logam. Perkiraan kemunculannya adalah 600 SM di Vietnam Utara.

Banyak artefak-artevak awal yang ditemukan di wilayah ini. Kebanyakan artefak terdiri atas kapak lubang, pisau, belati, mata panah, gelang dan lain-lain. Memperhitungkan jumlahnya yang cukup banyak, membuktikan bahwa artefak tersebut diproduksi secara besar-besaran atau masal. Jumlah yang sekaligus memberikan gambaran cara produksinya melalui bengkel-bengkel tertentu. Artefak dan kerajinan perunggu yang banyak ditemukan pun membuktikan bahwa kerajinan perunggu di Vietnam Utara tidak melalui fase tembaga.

Alat perunggu yang dihasilkan masyarakat Sa huynh pun, memiliki corak yang unik.
Kebudayaan Sa Huynh pun terkenal dengan keahlian yang sangat tinggi dalam bidang kerajinan, terutama gerabah. Bukan hanya itu, masyarakat Sa Huyn dipercaya telah menggunakan besi saat orang-orang Dongson masih menggunakan perunggu.

Dengan demikian bisa dikatakan bahwa kebudayaan Sa Huynh telah memiliki keahlian metalurgi yang sangat tinggi di masanya.

Loading...
Selanjutnya : Contoh Curriculum Vitae Bahasa Inggris yang Baik
Sebelumnya: Mengetahui Pengertian dan Ciri Tanah Andosol di Pulau Jawa
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar