Beberapa Ciri Demokrasi Konstitusional


Ciri demokrasi konstitusional cukup berbeda dengan jenis demokrasi lainnya. Misalnya, dalam demokrasi rakyat maka terdapat pandangan yang jauh berseberangan. Misalnya dalam demokrasi rakyat, masayarakat tidak mengenal kelas sosial. Akibatnya, sistem demokrasi itu cenderung untuk mendewa-dewakan pemimpin. Bahkan, dalam sistem demokrasi tersebut sering terjadi kekerasan yang dianggap sebagai alat yang sah. Demokrasi rakyat biasanya berhaluan marxisme-komunisme.

Berbeda dengan demokrasi rakyat, ciri demokrasi konstitusional mempunyai beberapa kekhasan sebagai berikut.

a.    Terbatasnya kekuasaan pemerintah
Pemerintahnya harus demokratis. Artinya, kekuasaannya terbatas. Karena keterbatasan itulah, pemerintah tidak bisa sewenang-wenang dalam melakukan tindakan tertentu kepada masyarakat. Ada undang-undang yang mengatur masalah itu. Ada juga konstitusi dalam bentuk tertulis maupun tidak tertulis.

Kalau tidak ada aturan, benar apa yang dikatakan Lord Acton, manusia yang mempunyai kekuasaan cenderung untuk menyalahgunakan kekuasaannya. Yang pasti, penyalahgunaan kekuasaan itu akan sangat berbahaya bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Karena itu, kekuasaan pemerintah harus dibatasi.

b.    Terdapat pembagian kekuasaan
Pada demokrasi konstitusional terdapat pemisahan kekuasaan. Dengan demikian, kekuasaan tidak terletak pada satu lembaga atau satu individu saja. Biasanya, ada tiga institusi pemerintahan yang saling menjaga kontrol dan keseimbangan dalam menjalankan pemerintahan. Ketiganya adalah kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Kekuasaan eksekutif dipegang oleh presiden. Kekuasaan legislatif dipegang oleh lembaga DPR dan MPR. Kekuasaan yudikatif dipegang oleh Mahkamah Agung.

c.    Terdapat konstitusi
Konstitusi tertulis mutlak diperlukan dalam demokrasi konstitusional. Itu berguna untuk menjamin hak asasi setiap warga negara. Hak-hak setiap individu harus terlindung dengan baik. Begitu pula hak dalam menyatakan pendapat. Hak untuk berorganisasi, bahkan untuk beroposisi, juga harus dilindungi. Warga sebisa mungkin menerima pendidikan tentang kewarganegaan.

Negara punya tanggung jawab untuk menyejahterakan rakyatnya. Karena itu, negara harus berupaya untuk meningkatkan taraf hidup rakyatnya. Untuk mendapatkan perlindungan yang adil, diperlukan badan kehakiman yang bebas dan tidak memihak.

d. Penyelenggaraan pemilu yang teratur
Negara harus melakukan pemilihan umum secara teratur. Setiap warga negara dewasa mempunyai hak untuk memilih yang disesuaikan dengan hati nuraninya. Ia juga bebas menikmati hak-hak dasarnya, seperti hak untuk berkumpul, menyatakan pendapat, dan lain sebagainya.

Itulah beberapa ciri demokrasi konstitusional. Sistem ini mempunyai beberapa kelebihan. Di antaranya, perselisihan dapat diselesaikan dengan cara damai. Pergantian pimpinan dilakukan secara teratur. Selain ituy, keamanan warga negara terjamin. Negara tidak boleh melakukan kekerasan dan kesewenang-wenangan karena diikat oleh aturan dalam konstitusi. Semoga, informasi ini bisa meningkatkan pemahaman kita tentang salah satu bentuk demokrasi.

Selanjutnya : Ciri Gejala Asma dan Cara Penanggulangannya secara Alami
Sebelumnya: Cerita Rakyat Timun Mas dalam Bahasa Inggris Versi Sederhana
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar