Contoh Aliran-aliran Sastra


Aliran dalam sastra memiliki kesamaan dengan aliran dalam karya seni yang lain, seperti seni lukis, drama, bahkan filsafat. Sastra dan filsafat adalah dua kutub mata uang dalam satu kesatuan, sastra seringkali mengambil isi dari filsafat, dan filsafat menggunakan bahasa sastra dalam penjabarannya. Contoh aliran-aliran sastra yang berkembang di Indonesia bisa dilihat dari isi maupun gaya penulisan seorang pengarang.

Aliran Sastra

Aliran sastra absurdisme merupakan sebuah aliran yang menyerukan mengenai kenihilan dalam kehidupan dan berada diluar logika. Aliran ini dipelopori oleh sastrawan sekaligus filsuf dari Prancis yang bernama Albert Camus.
Dalam penokohonnya, biasanya karya ini bersifat absurd. Tokoh-tokoh yang ada pada novel absurd cenderung berbeda dengan orang-orang yang ditemui dalam dunia nyata.

Aliran sastra realis sosialis merupakan karya yang mengusung tema kehidupan sosial sehari-hari. Penulis-penulis realis sosialis berpendapat bahwa seni (sastra) harus memiliki manfaat riil dalam kehidupan sosial yang ada.
Dalam karya ini bahasa yang digunakan cenderung memakai bahasa yang mudah dipahami karena karya sastra memang ditujukan untuk semua lapisan masyarakat dimana ada beberapa kelas sosial di dalamnya.

Aliran sastra mistisisme merupakan aliran sastra yang menembus lapisan-lapisan metafisika dalam isinya. Unsur mistik dan absurd kental dalam karya-karya yang beraliran mistisisme. Karya-karya mistisisme bisa dijumpai dalam karya-karya Danarto, misalnya dalam Godlob dan Adam Ma’rifat.

Aliran sastra surrealisme merupakan aliran sastra yang memberikan kebebasan penuh dalam kreativitas melalui imaji-imaji yang tidak tertata rapi serta membebaskan dari alasan logis, unsur moral, maupun norma sosial. Aliran sastra surrealisme sangat menekankan pada proses kreatif yang memanfaatkan alam bawah sadar.

Aliran sastra romantisisme merupakan aliran sastra yang ditandai dengan keinginan untuk kembali pada alam yang belum tersentuh dan sifat aslinya, sehingga seringkali ditemukan unsur keterasingan, kesedihan, kemurungan, dan kegelisahan akut dalam aliran ini. Romantisme merupakan aliran yang mengutamakan perasaan yang menggetarkan jiwa, mendayu-dayu bahkan meledak-ledak.

Aliran sastra psikologisme merupakan aliran yang menekankan pada pembahasan masalah kejiwaan dalam sastra. Konflik batin yang akut bisa menimbulkan kondisi psikologis labil. Aliran ini bisa ditemukan dalam karya-karya Putu Wijaya.

Contoh aliran-aliran sastra tersebut didasarkan dari berbagai hal. Cara menentukan aliran sastra bisa dilihat dari isi, gaya penulisan, maupun proses kreatif penulis. Semoga bermanfaat bagi Anda yang ingin mendalami dunia sastra.

Selanjutnya : Nilai Moral dan Nilai Budaya dalam Lagenda Tangkuban Perahu
Sebelumnya: Nama Tokoh Pendidikan Takalar
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar