Contoh Bank Mandiri Syariah Transaksi Musyarakah

Apa contoh Bank Mandiri Syariah transaksi musyarakah? Perkembangan perbankan pada masa kini menawarkan berbagai macam konsep yang ingin memenuhi kebutuhan nasabahnya. Salah satunya adalah menawarkan konsep syariah yang di dalamnya terdapat transaksi musyarakah.

Mengenal Bank Syariah Mandiri

Bank Syariah Mandiri sudah beberapa kali berganti nama. Lembaga perbankan ini mulai didirikan pada 1955 dengan menyandang nama Bank Industri Nasional. Pada 1999, bank tersebut resmi memakai nama Bank Syariah Mandiri. Hampir 100 persen saham yang berada di dalam Bank Syariah Mandiri adalah milik PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Selebihnya, yaitu sebagian kecil dipegang oleh PT Mandiri Sekuritas.

Dibanding dengan bank-bank lainnya, Bank Syariah Mandiri memiliki perbedaan mendasar dalam 7 bidang, antara lain visi misi, filosofi, struktur organisasi, legal, produk, budaya korporasi, dan laporan keuangan. Visi bank berbasis syariah adalah mengacu pada fardu kifayah, yaitu adanya kewajiban kolektif.

Dari sisi filosofi, perbedaan bank syariah dengan bank lain adalah keterbukaan mengenai penggunaan keuangan dalam investasi perbankan. Bankir meyakinkan nasabah bahwa mereka bergerak di bidang-bidang yang positif dan halal, sehingga keuntungan yang didapatkan pun halal juga. Prinsip-prinsip ini tentu berdampak positif pada penjaringan nasabah.

Transaksi Musyarakah Dalam Bank Syariah

Apakah yang disebut dengan musyarakah? Musyakarah adalah sebuah bentuk di mana dua orang atau lebih menyumbangkan pembiayaan dengan jumlah yang sama untuk tujuan bersama. Hasil yang didapatkan pun akan dibagi sesuai kesepakatan. Demikian juga, kerugian akan dibeberkan kepada mitra, sehingga ada sebuah keterbukaan dalam bisnis tersebut.

Transaksi ini dimotivasi oleh keinginan positif untuk melakukan sesuatu secara bersama-sama, terutama untuk meningkatkan asset yang dimiliki. Ketentuan-ketentuan yang ada dalam musyakarah antara lain:

  • Ada pernyataan ijab dan kabul di antara kedua belah pihak. Hal ini menunjukkan kehendak baik masing-masing pihak, sehingga kontrak bisa dibuat.
  • Para calon mitra tersebut harus menyadari beberapa hal, antara lain kewajiban penyediaan dana dan pekerjaan, hak dalam mengatur aset musyarakah, wewenang untuk memperhatikan kepentingan orang lain dalam kemitraan, serta tidak boleh melakukan pencairan untuk kepentingan diri sendiri.

Contoh Bank Mandiri Syariah transaksi musyarakah ini adalah sebagian kecil yang menjadi pengembangan pihak bank. Dari pengamatan akan kebutuhan serta pola sosial budaya masyarakat, bank juga memiliki pengembangan-pengembangan lain berfungsi untuk memuaskan nasabahnya. Tugas nasabah adalah memilih program-program yang sesuai dengan kebutuhannya.

Selanjutnya : Membuat Menu Udang Mudah dan Praktis
Sebelumnya: Tentang Bahasa Non Verbal Orang yang Sedang Memperhatikan
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

Loading...