Contoh Drama Satu Babak Pendek Untuk Dipentaskan di Kelas


Pengertian drama saat ini mengalami penyempitan makna. Drama sering dianggap suatu genre dalam sebuah karya. Padahal, drama adalah salah satu jenis karya sastra yang biasanya akan lebih hidup jika dipentaskan. Karya sastra drama saat ini kalah populer dibandingkan cerpen ataupun novel. Hadirnya televisi dan bioskop sedikit memengaruhi tontonan drama di atas panggung. Meskipun begitu, drama cukup menggeliat di kalangan akademis, seperti SMA ataupun kuliah. Untuk SMA misalnya, terkadang ada tugas untuk mementaskan sebuah drama pendek. Sayangnya, naskah drama pendek hanya sedikit contohnya. Bahkan, untuk sebuah tugas pementasan drama sekolah, naskah pendek seringkali mempunyai cerita yang panjang. Untuk antisipasi hal tersebut sebaiknya carilah naskah drama pendek satu babak. Misalnya, contoh drama satu babak pendek di bawah ini

Pada naskah drama berjudul “Sebelum Sembahyang” tersebut, dikisahkan tentang empat pencopet yang sedang mabuk-mabukan. Mereka tampak senang dengan kehidupan mereka. Saat itu sedang subuh, seorang wanita yang akan pergi ke masjid melintas. Para pencopet menganggu dan menggoda wanita tersebut namun seorang guru mengaji (kyai) datang dan melindungi guru tersebut.

Cerita naskah ini tergolong sangat baik. Naskah yang ditulis oleh Kecuk Ismadi C.R ini merupakan contoh naskah pendek namun memiliki cerita yang kuat. Pemaparan cerita dan celoteh para copet cukup bisa memancing tawa jika diperankan dengan baik. Kisah ini bisa diramu sedemikian rupa sehingga tidak terkesan menggurui mengingat naskah ini bermuatan tentang agama. Kelebihan drama ini adalah kisah terjadi satu ketika atau satu waktu dalam satu tempat. Jika hendak dipentaskan di sekolah, drama ini tidak membutuhkan dekorasi yang lengkap. Bangku taman dan kesan jalanan bisa dipertimbangkan. Durasi naskah ini pun tidak begitu lama hanya sekitar 20 menit asal tetap merunduk pada naskah dramanya.

Itulah contoh drama satu babak pendek yang bisa jadi pilihan untuk dipentaskan di kelas. Bisa diperankan oleh enam atau bahkan delapan orang. Mengingat naskah hanya acuan, sutradara bisa menambahkan tokoh selama tidak mengganggu jalan cerita. Penambahan tokoh copet ataupun murid wanita bisa dipertimbangkan.

Selanjutnya : Hewan Langka di Indonesia Beserta Habitatnya
Sebelumnya: Tahap-tahap Penulisan Ilmiah
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar