Contoh Drama Teater


Contoh drama teater yang sering dipentaskan di dunia seperti “Romeo dan Juliet”. Kisah tragis percintaan dua manusia ini sering diangkat ke dalam bentuk drama teater. Tak hanya di luar negeri saja, di Indonesia sendiri, kehadiran drama teater sudah tak asing lagi. Perkembangan teater modern di Indonesia dimulai sejak tahun 1920-an.

Banyak karya yang tercipta seperti “Ken Arok dan Ken Dedes” dan  “Airlangga” yang dibuat oleh Mohammad Yamin. Drama teater lainnya seperti “Sandyakala ning Majapahit” karya Sanusi Pane. Pada 1950-an, drama teater semakin berkembang di Indonesia.

Banyak penulis drama berbakat yang muncul seperti W.S. Rendra yang terkenal dengan naskah “Kereta Kencana”. Arifin C. Noer dengan drama “Kasir Kita” dan ada juga Motinggo Busye yang terkenal dengan drama “Puncak-Puncak Sepi”.

Operet Anak

Secara sederhana, pengertian drama teater berarti mementaskan gerak dan akting dalam waktu yang bersamaan. Akan ada lagu, naskah, dialog, dan konflik dalam cerita tersebut. Operet anak bisa jadi pengembangan dari drama teater. Hanya bedanya saja, dalam pementasan operet anak tidak terlalu banyak ekspresi yang muncul seperti pementasan contoh drama teater pada umumnya.

Setidaknya, kehadiran operet anak bisa menjadikan seni drama teater tidak mati di Indonesia. Banyak sanggar-sanggar yang mementaskan lakon drama yang diperuntukan untuk anak. Umumnya, para sanggar tersebut membuat naskah drama sendiri yang tentu saja sesuai dengan kesukaan anak. Pementasan operet pun selalu diadakan sebulan sekali atau tergantung even khusus seperti yang sering dilakukan oleh salah satu majalah anak nasional.

Jenis Drama

Tak ada yang menyebutkan ukuran dari segi apa jenis drama dibedakan. Namun, dalam penyajiannya drama dibedakan jenisnya tergantung  berdasarkan penyajian lakon, berdasarkan naskah drama, dan berdasarkan sarana drama dipentaskan. Untuk drama yang berdasarkan penyajian lakon drama dibedakan dalam kategori tragedi, komedi, tragedi komedi, melodrama, tablo, opera, sendratari, dan farce.

Drama tragedi atau duka cita merupakan drama yang isinya menampilkan penuh kesedihan. Pelaku utama dari awal hingga akhir pertunjukkan selalu gagal dalam memperjuangkan nasibnya yang buruk.

Ujung cerita drama berakhir dengan kesedihan yang mendalam karena sosok utama meninggal. Penonton akan ikut hanyut dalam kisah tragedi bahkan akan ikut menangis. Berbeda dengan drama komedi yang menimbulkan gelak tawa seperti pada contoh drama teater yang baru-baru ini dipentaskan oleh salah satu sanggar teater di Indonesia.

Selanjutnya : Contoh Kasus Hukum Ekonomi
Sebelumnya: Contoh Doa Anak Kristen untuk Orangtua
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar