2 Contoh Kasus Pernikahan Hukum Perdata Internasional dan Penyelesaiannya

Pertemuan dua orang manusia antara laki-laki dan perempuan yang berakhir di pelaminan merupakan hal yang selalu diimpikan oleh siapa pun di dunia ini. Cinta akan mempersatukan dua orang yang berbeda, baik berbeda agama maupun berbeda kebangsaan. Namun, ketika pernikahan mereka bermasalah, maka penyelesaiannya harus menggunakan hukum perdata Internasional. Apa sajakah contoh kasus pernikahan hukum perdata internasional dan penyelesaiannya?

Dokumen yang Disiapkan untuk Pernikahan Beda Negara

Sebelum membahas kasus pernikahan yang melibatkan hukum perdata internasional dan bagaiaman penyelesaiannya, ada baiknya mengetahui dokumen apa saja yang diperlukan ketika ingin melangsungkan pernikahan beda negara.

Inilah dokumen yang diperlukan, bagi Anda yang ingin menikah dengan pria berkebangsaan lain.

1. Surat atau dokumen yang harus disiapkan calon suami yang berasal dari luar negeri.

  • Sang mempelai yang berasal dari luar negeri harus menyiapkan letter of no impediment atau surat halangan menikah dari kedutaan negara asal sang mempelai.
  • Melampirkan fotocopy paspor.
  • Ada juga fotocopy akte kelahiran yang harus dilampirkan.
  • Jika calon mempelai yang akan dinikahi beragama Islam, maka sang pria harus menyiapkan surat keterangan sudah masuk Islam atau menjadi mualaf.

2. Surat atau dokumen yang harus disiapkan oleh sang calon istri.

  • Mengurus surat pengantar dari RT dan RW, kemudian Surat N1-N4 dari kantor kelurahan yang sesuai dengan KTP.
  • Surat rekomendasi dari kantor KUA sesuai dengan kecamatan yang ada di KTP.
  • Melampirkan fotocopy Kartu Keluarga, KTP kedua orangtua, dan KTP pribadi.
  • Tidak lupa fotocopy akte kelahiran.

3. Surat atau dokumen yang harus disiapkan secara bersama.

Memang sedikit sulit ketika menikah dengan pria berstatus warga negara asing, ada surat tambahan yang harus dilampirkan seperti:

  • Surat perjanjian pra nikah atau prenuptial agrrement dari notaries yang ditunjuk.
  • Menyiapkan pas foto kedua belah pihak, dengan latar sesuai dengan tahun kelahiran. Jika tahun kelahiran ganjil, latar foto berwarna merah dan ketika tahun kelahiran genap, latar foto berwarna biru.

Contoh Kasus Pernikahan yang Melibatkan Hukum Perdata Internasional

Sebenarnya, ada beberapa contoh kasus yang biasa terjadi, misalnya seperti berikut.

  1. Contoh kasus pernikahan hukum perdata internasional dan penyelesaiannya yang pertama yakni hak asuh anak ketika terjadi perceraian di antara kedua belah pihak. Biasanya ketika anak masih di bawah umur, maka hak asuh akan jatuh pada ibu. Tetapi, ketika perceraian terjadi ketika anak sudah dewasa, maka anak juga dilibatkan dalam pengambilan keputusan dan harus memilih akan tinggal dengan siapa nantinya.
  2. Contoh kasus pernikahan hukum perdata internasional dan penyelesaiannya yang kedua yakni apabila terjadi perceraian, pembagian harta hanya akan diproses sesuai dengan apa yang tertuang dalam surat perjanjian pra nikah. Inilah pentingnya mengurus surat perjanjian perjanjian pra nikah sebelum akad nikah dilangsungkan.

Semoga bermanfaat!

Selanjutnya : Mengetahui Ayat Alkitab Ulang Tahun
Sebelumnya: Mengetahui Makna dan Artinya Nama Ary
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

//adsnya disini