Contoh Kasus Perusahaan Mengenai Kepuasan Kerja

Bagaimana contoh kasus perusahaan mengenai kepuasan kerja? Kondisi sebuah perusahaan tidak hanya dilihat dari sudut finansial, seperti keuntungan yang didapatkan dari produk perusahan tersebut. Namun, kondisi perusahaan dapat dinilai dari kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimilikinya. Kualitas SDM erat kaitannya dengan kepuasan kerja para pekerja di perusahaan tersebut.

Kualitas kerja yang baik berbanding lurus dengan kualitas perusahaan tersebut. Contoh kasus perusahaan mengenai kepuasan kerja dapat diukur oleh beberapa faktor yang akan dijelaskan dalam paragraf berikutnya.

Kepuasan kerja merupakan relativitas dari perasaan manusia terhadap pekerjaan yang dilakukannya. Kepuasan tersebut muncul karena dipengaruhi oleh beberapa faktor yang terdiri atas faktor individu, sosial, dan perusahaan.

1. Faktor Individu

Faktor kepuasan kerja yang timbul dari individu (internal) terdiri atas beberapa faktor berikut

a. Sikap seseorang terhadap pekerjaan yang dilakukannya. Apabila seorang pekerja menganggap pekerjaannya tersebut sebagai sebuah tantangan yang harus dihadapi, maka ia akan puas ketika pekerjaan tersebut dapat diselesaikan.

b. Usia dan jenis kelamin. Kepuasan terhadap pekerjaan juga dipengaruhi oleh usia dan jenis kelamin. Pada usia produktif, seseorang cenderung memiliki kepuasan kerja yang tinggi.

Lain halnya, jika pada masa-masa yang mendekati masa pensiun, seseorang mulai tidak berorientasi kepuasan melainkan penyelesaian kewajiban, begitu juga dengan jenis kelamin. Ada pekerjaan tertentu yang lebih menyenangkan bagi perempuan atau laki-laki.

2. Faktor Sosial

a. Rekan kerja yang mendukung dan dapat diajak berinteraksi dengan baik juga menentukan kepuasan kerja seseorang.

b. Dukungan keluarga juga menentukan kepuasaan seseorang dalam bekerja. Jika sebuah pekerjaan dilakukan seseorang tetapi tidak mendapatkan izin dari orangtua, suami, dan istri, biasanya akan terganggu dalam prosesnya sehingga menyebabkan seseorang tidak memiliki kepuasan dalam melakukannya.

3. Faktor Perusahaan

a. Gaji atau upah yang mencukupi sebagai betuk kompensasi berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Seseorang yang dibayar sesuai dengan kemampuan dan tingkat pendidikannya akan merasa dihargai oleh perusahaan sehingga melakukan pekerjaan dengan tingkat kepuasan yang tinggi.

b. Jenjang karier yang ada di perusahaan juga dapat mempengaruhi kepuasan kerja seorang karyawan.

Demikian contoh kasus perusahaan mengenai kepuasan kerja karyawannya. Faktor-faktor tersebut menentukan kepuasan kerja seorang pekerja sehingga berpengaruh pada kualitas perusahaan itu sendiri.

Selanjutnya : Mengenal Olahraga Lempar Cakram
Sebelumnya: Cara Agar Suara Falset Sama dengan Suara Asli
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

//adsnya disini