Contoh Konflik dalam Rumah Tangga


Sebagai makhluk sosial, manusia pasti sering berinteraksi dengan manusia lain. Hal tersebut dapat memicu munculnya sejumlah konflik, baik besar, maupun kecil. Misalnya saat berinteraksi dalam rumah tangga, istri dan suami atau orang tua dan anak pasti pernah mengalami konflik. Contoh konflik dalam rumah tangga yang mungkin terjadi sangat beragam.

Contoh konflik dalam rumah tangga misalnya adalah antar suami dan istri, berbagai kebiasaan yang dimiliki oleh masing-masing pihak bisa menimbulkan konflik bila tidak disukai oleh pihak lainnya. Suami yang terbiasa merokok di dalam rumah, sedangkan istri yang tak suka dengan adanya asap rokok, akan membuat pertengkaran dan konflik mudah terjadi.

Juga istri yang tak cakap memasak atau mengurus rumah tangga, bisa menimbulkan konflik dalam keluarga tersebut bila suami tak memiliki rasa pengertian dan kesabaran yang tinggi. Demikian juga keadaan anak-anak yang nakal dan tak bisa menaati peraturan dalam rumah tangga, sangat sering memicu kemarahan pada orang tua.

Jika ditinjau dari sisi sosiologis, maka konflik dapat bermakna suatu proses sosial yang dialami oleh beberapa orang (lebih dari 2) yang satu pihaknya ingin menyingkirkan yang lain. Kata konflik sendiri asalnya dari bahasa Latin configere (kata kerja) yang terjemahannya adalah saling memukul.

Sebuah konflik terjadi karena adanya perbedaan pada individu yang melakukan interaksi. Adapun perbedaan apa saja yang bisa menimbulkan konflik di antaranya: perbedaan fisik (warna kulit, paras rupa, dan lain-lain), kecerdasan, ilmu pengetahuan, adat, pandangan hidup, agama, dan lainnya.

Melihat teori di atas maka apabila terjadi sebuah konflik yang disebabkan oleh perbedaan ciri yang dibawa oleh individu tersebut, itu adalah sebuah hal yang wajar terjadi. Namun dalam sebuah keluarga atau rumah tangga, selayaknya masalah perbedaan yang ada dan dialami oleh para anggota keluarga dapat dikomunikasikan secara baik agar konflik yang terjadi tidak semakin membesar. Konflik yang dialami oleh suami istri, harusnya telah diperkirakan sebelum menikah untuk menghindar dari munculnya konflik yang berujung pada perceraian.

Bagaimanapun besarnya sebuah perbedaan dalam rumah tangga, maka pasti dapat diselesaikan dengan komunikasi dan melapangkan dada demi kepentingan bersama. Contoh konflik rumah tangga yang berakhir dengan perdamaian sangat banyak terjadi, sehingga tak perlu rasanya kita meributkan perbedaan.

Selanjutnya : Cerita Menarik Nama Nama Liga di Eropa
Sebelumnya: Mengenal Ilmu Kesaktian Kuno di Jawa
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar