Contoh Lengkap Perubahan Makna Kata dalam Bahasa Arab


Bagi Anda yang sedang menekuni disiplin ilmu bahasa Arab atau sedang belajar menjadi penerjemah bahasa Arab, sangat penting untuk memahami perubahan makna kata dalam bahasa Arab. Pasalnya, cukup banyak bentuk kata dalam bahasa Arab yang memiliki arti dan bentuk yang berbeda. Berikut ini contoh lengkap perubahan makna kata dalama bahasa Arab.

Perubahan Makna Kata

Di dalam bahasa Arab, kata kerja terbagi ke dalam tiga bentuk. Ada madhi (menunjukkan masa lalu), mudhari’ (menunjukkan masa sekarang dan akan datang), dan ada amr (menunjukkan perintah).

Memahami bentuk perubahan dari ketiga bentuk kata kerja tersebut akan memberikan arti dan pemahaman positif terhadap teks. Misalnya, kata ضَرَبَ (telah memukul dia laki-laki), ini adalah bentuk fi’il madhi. Kata يَضْرِبُ (sedang/akan memukul dia laki-laki), ini adalah bentuk fi’il mudhari’.

Kata اِضْرِبْ  (Pukullah), ini adalah bentuk fi’il amr. Ketiga kata ini tampak perubahannya dari sisi arti. Akan tetapi, lebih tampak lagi ketika ia sudah berubah menjadi varian dari bentuk-bentuk kata di atas.

Selain perubahan bentuk kata yang disebutkan di atas, di dalam bahasa Arab ada bentuk kalimat pasif (jumlah majhulah) selalu tidak menyebutkan subyek pelaku. Berbeda dengan bahasa Indonesia yang selalu menyebutkan subyek pelaku. Contohnya صُنِفَ الْكِتَابُ (buku itu telah selesai ditulis). Bandingkan dengan ‘buku ini ditulis oleh dua orang ahli’.

Selain itu, banyak juga ditemui di dalam bahasa Arab ungkapan atau idiom yang berbentuk pasif tapi bermakna aktif di dalam bahasa Indonesia. seperti سررت بلقائك yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi ‘aku senang bertemu dengan Anda’, bukan ‘aku disenangkan dengan bertemu Anda’.

Terakhir, perubahan makna kata dalam bahasa Arab juga terletak pada pembagian kata (kuantitas). Dalam bahasa Arab kata dibagi menjadi tiga: mufrad, tatsniyah dan jamak. Sementara dalam bahasa-bahasa yang lain, termasuk bahasa Indonesia, kata hanya terbagi menjadi dua. Yaitu tunggal (singular) dan jamak (plural).

Dalam menerjemahkan bentuk mufrad dan jamak, kita tidak mendapat persoalan. Tapi dalam menerjemahkan bentuk kedua; bentuk tatsniyah, kita harus melakukan langkah penyesuaian.

Kata dalam bentuk tatsniyah biasa diterjemahkan dalam bentuk jamak seperti mereka, kalian, atau dengan ditambah kata ‘berdua’, contohnya ‘mereka berdua’ atau ‘kalian berdu’a. Contohnya, هما يكتبان الدرسjان ‘mereka menulis pelajaran’ atau ‘mereka berdua menulis pelajaran’.

Inilah contoh lengkap perubahan makna kata dalam bahasa Arab. Semoga bermanfaat.

Selanjutnya : Strategi Ampuh Main Catur
Sebelumnya: Pembahasan Tentang Metabolisme Protein
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar