Contoh Masalah Ekonomi di Indonesia – Sistem Settlement Transaksi Sekuritas


Di antara contoh masalah ekonomi di Indonesia adalah sistem settlement transaksi sekuritas. Sejak awal 1990 pasar untuk surat berharga di Indonesia dan sistem perdagangannya telah mengalami perubahan yang cukup besar. Beberapa langkah telah dilakukan untuk memperkuat pasar modal dan memenuhi standar ganda yang dibuat oleh negara-negara yang tergabung dalam G-30. 

Pemerintah Indonesia tidak mengeluarkan surat berharga dengan namanya sendiri, akan tetapi Bank Indonesia mengeluarkan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dalam jangka waktu antara 7 hari sampai 12 bulan.

1. Bursa Efek

Beberapa tahun terakhir ini terlihat pembangunan pada pasar modal di Indonesia yang berkaitan dengan jumlah perusahaan dan jumlah saham yang diperdagangkan. BAPEPAM berfungsi dan memiliki otoritas yang sarupa sebagai Securities dan Exchange Commision di Amerika Serikat.

Saat ini terdapat tiga bursa saham, beberapa usaha telah dilakukan untuk menggabungkan dan merasionalisasi pengoperasiannya. Bursa Efek Jakarta telah meggunakan perdagangan dengan menggunakan layar sejak Mei 1995.

2. Sistem perdagangan dan Settlement Obligasi

Di antara Lembaga yang berperan dalam aktivitas perdagangan obligasi dan pelaksanaan settlementnya di Indonesia adalah Bursa Efek Surabaya (BES). BES adalah lembaga yang menyelenggarakan aktivitas perdagangan obligasi di Indonesia, baik obligasi korporasi dan obligasi negara.

Saat ini transaksi perdagangan obligasi berlangsung melalui pasar over the counter (OTC). Penyelesaian transaksi perdagangan obligasi, untuk transaksi obligasi negara dilakukan melalui sistem di Bank Indonesia melalui sistem BI-Scripless Securities Settlement System (BI-SSS) dan sistem BI-Real Time Gross Settlement.

Sedangkan untuk perdagangan obligasi korporasi untuk aktivitas post trade berupa proses kliring dan penjaminannya dilakukan oleh PT. Kliring dan Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) sedangkan untuk settlement surat berharga dilakukan pada sistem di PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan kemudian untuk settlement dana dari transaksi tersebut dilakukan di empat bank yang ditunjuka oleh KSEI.

Transaksi perdagaan dimulai dengan dilakukannya permintaan pembelian dari investor pembeli kepada broker. Di sisi lain terjadi pula permintaan penjualan oleh investor penjual kepada perusahaan sekuritas atau broker. Broker penjual dan pembeli akan mencari obligasi yang cocok dengan permintaan para investor melalui sistem yang disedikan oleh Bursa Efek Surbaya.

Inilah contoh masalan ekonomi di Indonesia dalam lingkup sistem settlement transaksi sekuritas. Semoga bermanfaat.

Selanjutnya : Puisi Ultah untuk Anakku yang Meninggal
Sebelumnya: Apa yang Dimaksud Cepat Rambat Gelombang
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar