Contoh Metode Penulisan Artikel Resensi

Ingin cepat pintar dan berhasil menulis resensi? Maka langkah utama yang dilakukan adalah dengan memperhatikan langsung contoh metode penulisan resensi. Karena Anda bakal tahu apa saja yang mesti dimuat dan ditulis dalam penulisan artikel resensi.

Menulis resensi, boleh dikatakan gampang-gampang susah. Dikatakan gampang, karena yang dilakukan adalah dengan mengupas isi buku. Dikatakan susah, karena harus objektif dalam menilai buku. Sehingga perensensi mesti menjadi orang yang adil.

Menurut Lasa HS dalam bukunya “Menaklukkan Redaktur”, ada empat langkah yang mesti dilakukan dalam proses penulisan resensi.

1. Awali dengan pengantar yang menarik

Untuk membuat pembaca langsung tertarik dengan resensi yang ditulis, maka peresensi mesti bijak memiliki pengantar atau kalimat pembuka dari resensi yang ditulis. Peresensi bisa memulainya langsung dengan menceritakan pengarang, baik dari kepakarannya maupun dari sisi karya tulis yang sudah diterbitkannya. Bisa juga dengan menilai dari ciri khas pengarang menulis.

Misalnya, Jamil Azzaini kembali menampilkan sosoknya: sebagai manusia biasa dan sebagai tokoh istimewa. Dan, sosoknya itu kian jelas, kian kukuh dan kian menggugah saja. Ini dapat dilihat buku terbarunya yang berjudul “ON”.

2. Menuliskan sinopsis singkat buku

Setelah membuat prolog resensi, maka peresensi harus menceritakan sinopsis singkat buku. Ini menjadi penting agar pembaca bisa memahami konsentrasi buku yang diresensi dalam hal apa saja. Bahkan, peresensi menuliskan hal yang utama dari isi buku juga tergolong hal yang bagus dan layak dilakukan

3. Menganalisa isi buku dengan bijak dan adil

Setelah menceritakan sinopsis buku, peresensi menilai isi buku. Apakah isinya sudah cocok dengan tema buku atau tidak? Apakah terdapat banyak kesalahan editing atau tidak? Apakah informasi tulisan yang mestinya membutuhkan resensi atau tidak?

Bahkan peresensi bisa membandingkan buku yang diresensi dengan buku yang sejenis yang sudah terbit. Segala yang bisa membuat buku yang diresensi menjadi kuat atau lemah, boleh dicantumkan peresensi/

4. Menutup artikel

Dalam proses menutup artikel resensi, peresensi boleh mengajak pembaca untuk ikut membaca buku yang diresensi dan boleh juga untuk menyarankan pembaca untuk membaca buku yang diresensi bersamaan dengan buku lain yang mampu menguatkan tema yang dikupas di dalam buku tersebut.

Inilah contoh metode penulisan artikel resensi. Semoga bermanfaat.

Selanjutnya : Jenis Senyawa Halida Yang Paling Polar Dan Pengaruhnya
Sebelumnya: Asumsi-Asumsi Teori Produksi
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

Loading...