Contoh Moral yang Baik – Murah Hati


Di antara contoh moral yang baik dan layak ditiru adalah selalu bermurah hati. Murah hati adalah selalu memaafkan orang lain dan selalu siap membantu orang lain meski tanpa ada imbalan apapun. Pribadi yang memiliki karakter murah hati akan selalu disenangi siapa saja. Karena ia siap membantu orang lain tanpa pamrih. Dan ia siap memaafkan kesalahan orang lain yang sudah menzhaliminya.

Meski demikian, pribadi yang murah hati akan selalu mendapatkan kenikmatan-kenikmatan yang tak terhingga. Bahkan melebihi apa yang diduga. Setiap mengalami kesulitan, pribadi yang murah hati bakal mendapatkan bantuan. Bahkan, tanpa ia minta sekalipun akan ada saja orang yang berkenan membantu dan menolongnya.

Menjadi pribadi yang murah hati ini secara teorinya cukup mudah sekali. Namun dalam praktiknya cukup sulit sekali. Dibilang mudah secara teori, karena hanya tinggal memaafkan orang lain dan ridho untuk menolong orang lain tanpa pamrih. Tentu saja hal ini kelihatannya mudah sekali.

Namun kenyataannya hal ini cukup sulit dilakukan. Ketika dizhalimi orang lain terkadang kita terperdaya oleh bujukan nafsu. Sehingga yang awalnya ingin memaafkan berubah menjadi pribadi yang tidak memaafkan. Awalnya ingin membantu suka rela namun berubah menjadi malas membantu.

Semua itu terperdaya oleh bujukan nafsu. Tidak salah bila imam Ali KWH mengatakan, “Sesungguhnya akal dapat menjadi seorang budak menjadi raja, sedangkan nafsu dapat menjadikan seorang raja menjadi budak”.  Perkataan ini cukup jelas menunjukkan bahwa yang membuat diri kita sulit menjadi pribadi yang murah hari lantaran ‘digoda’ oleh nafsu.

Sekali lagi, menjadi pribadi murah hati itu sulit meskipun secara teori mudah. Bahkan diriwayatkan, ada seorang laki-laki melontarkan kata kasar kepada Umar bin Abdul Aziz seorang Amirul Mukminin dan Khalifah, Umar memeras pikirannya sambil mengangguk-anggukkan kepala beberapa kali, lalu berkata kepada orang itu,

“Rupanya kau ingin agar setan membakar diriku dengan pedang kekuasaan, lalu aku berbuat apapun terhadap dirimu pada hari ini, tapi kemudian hari engkau berhak mendapatkan bagian dariku. Tidak. Demi Allah tidak akan kuturuti nafsu dan bujukan setan.”

Inilah contoh moral yang baik. Ia mampu menjaga dirinya dari bujukan setan dan nafsu yang sejatinya bisa membuatnya emosi lantaran punya kekuasaan. Tapi Umar tetap memilih untuk bermurah hati dengan memaafkannya.

Selanjutnya : Kata-Kata Cinta dalam Film Habibie dan Ainun
Sebelumnya: Kata-Kata Bijak untuk Menyinggung Suami Pembohong
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar