Contoh Paragraf Hasil Wawancara dengan Sopir

Wawancara adalah suatu bentuk pencarian atau pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan secara langsung kepada seseorang atau beberapa narasumber. Kuantitas wawancara dan banyaknya narasumber yang dicari tergantung dari jumlah data yang diinginkan.

Wawancara dilakukan untuk berbagai macam keperluan seperti wawancara untuk mengetahui kepuasan pelanggan terhadap suatu produk barang, atau kepuasan pelanggan terhadap produk jasa seperti contoh paragraf hasil wawancara dengan sopir.

Loading...

Proses Wawancara

Wawancara diharapkan mampu menghasilkan sebuah informasi penting, sehingga sebelum melaksanakannya harus melakukan persiapan dengan baik. Persiapan tersebut meliputi membuat daftar pertanyaan yang akan diajukan kepada narasumber, membuat kesepakatan waktu untuk bertemu dengan nara sumber, dan lain sebagainya.

Jika wawancara sudah berhasil dilakukan, sesegera mungkin hasil wawancara harus disusun dalam sebuah laporan. Jika penyusunan laporan dilakukan beberama lama setelah wawancara, dikhawatirkan akan ada beberapa isi informasi yang hilang jika pewawancara.

Sebagai contoh ketika seseorang akan mewawancara seorang sopir, maka pertanyaan yang akan diajukan harus dibuat sebelumnya, sesuai dengan kebutuhan informasi yang ingin didapatkan. Dalam membuat pertanyaan, pedoman 5W+1H bisa digunakan. 5W tersebut meliputi who(siapa), what(apa), where (di mana), when (kapan) dan why (mengapa), serta 1H adalah how (bagaimana).

Contoh paragraf hasil wawancara dengan sopir selanjutnya bisa dibuat berdasarkan data-data wawancara yang telah dilakukan. Saat wawancara, pewawancara bisa merekam atau mencatat hasil wawancara agar informasi yang diterima bisa utuh dan lengkap. Informasi yang didapatkan harus ditulis secara detail dan sesuai dengan informasi yang didapatkan dari narasumber.

Contoh Penulisan Wawancara

Berikut ini contoh penulisan hasil wawancara :

Hari/tanggal         :
Waktu                      :
Tempat                   :
Narasumber         :
Pekerjaan              :
Pewawancara      :
Pencatat hasil     :
Perekam hasil     :
Dokumentasi       :
Pokok bahasan    :

Hasil wawancara

Pembukaan        :
Isi                           :
Penutup               :

Hasil wawancara dalam bentuk dialog lebih mudah disusun dibandingkan menulis dalam bentuk narasi. Hasil dalam bentuk narasi membutuhkan kemampuan tersendiri dari seorang penulis dalam mengubah informasi wawancara menjadi bentuk paragraf narasi. Namun keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu menyampaikan informasi kepada para pembaca.

Contoh paragraf hasil wawancara dengan sopir di atas ditulis menggunakan metode dialog antara narasumber dan pewawancara, bisa juga ditulis dalam bentuk narasi.

Hasil wawancara ditulis bertujuan agar bisa dibaca oleh khalayak sebagai suatu informasi yang bermanfaat. Kita seringkali menemukan tulisan hasil wawancara di surat kabar, media online, berita, artikel esai, dan lain sebagainya.

Loading...
Selanjutnya : Potret Masyarakat dalam Resensi Novel Robohnya Surau Kami
Sebelumnya: Macam Macam Burung Tledekan
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar