Contoh Pembahasan Makalah Tentang Politik


Politik merupakan strategi maupun cara yang dilakukan oleh seseorang dalam mencapai, merebut, dan mempertahankan kekuasaan. Kali ini kita akan sama-sama mengupas sedikit dari pembahasan makalah tentang politik yang berjudul “Sejarah Politik Indonesia”
Pasca reformasi 1998, wajah perpolitikan bangsa Indonesia berubah.

Dimensi kekuasaan absolut yang sempat diterapkan oleh Jendral Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun lamanya, lewat gerakan reformasi berhasil digulingkan dan di ganti dengan sistem politik yang baru, transparan, bebas dalam artian yang sebenarnya.

Roda pemerintahan diawal sepeninggal Soeharto sempat memunculkan kekhawatiran. B.J Habibie yang pada saat itu naik mengganti Soeharto, dianggap sebagai ‘muka lama’ Orde Baru yang tidak layak memimpin.

Desakan agar melakukan pemilu untuk memilih presiden dan wakil presiden yang baru, muncul dari semua kalangan. Melalui kekuatan poros tengah, Abdurahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur, terpilih sebagai presiden RI yang baru. Sedangkan Megawati turut menuliskan namanya ditinta sejarah sebagai wakil presiden wanita pertama di Indonesia.

Akan tetapi, hubungan buruk Gus Dur dengan DPR pada saat itu menyebabkan ia digulingkan dari kursi kepresidenan. Megawati kemudian mengagantikannya.

Munculnya Susilo Bambang Yudhoyono dengan Partai Demokrat ternyata cukup ampuh menarik simpati massa, hingga akhirnya ia menjadi presiden pada tahun 2004 menggantikan Megawati.

Pemilu 2004 dianggap sebagai titik balik sejarah perpolitikan di Indonesia. Karena Pemilu itulah yang menjadi pemilu pertama yang pelakasanaannya dilakukan secara langsung.

Rakyat diberi kebebasan seluas-luasnya untuk memilih wakilnya di DPR serta memilih Presiden dan Wakil Presiden untuk periode 5 tahun ke depan.

Akan tetapi rapor merah perpolitikan Indonesia masih menggelantung saja. Reformasi ternyata tidak mampu menciptakan iklim politik yang cukup baik bagi perkembangan demokrasi di negeri ini.

Walau secara de facto, presiden terpilih dipilih langsung oleh mayoritas warga negara, kenyataannya sang presiden masih terbentur oleh kepentingan-kepentingan kubunya (koalisi) yang pragmatis.

Kenyataan bahwa rakyat hanya menuntut reformasi, tanpa memperbaiki kecerdasan mengenai politik itu sendiri, menjadikan pemilu bak drama saja. Rakyat semakin mudah untuk diiming-imingi ‘sesuatu’ dari para calon.

Akhirnya, para wakil rakyat yang terpilih dan duduk di Senayan sana adalah wakil rakyat bermodal wawasan ‘tempe’ karena memang dipilih oleh pemilih yang tak lebih cakap dari pemilih sebelum reformasi bergulir. Itulah sediki paparan yang mungkin terdapat dalam makalah tentang politik.

Selanjutnya : Beberapa Tehnik Pengumpulan Data Kualititatif dalam Penelitian
Sebelumnya: Curahan Justin Bieber di Majalah Memuat Justin Bieber
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar