Contoh Pembukuan Simpan Pinjam pada Koperasi


Koperasi simpan pinjam merupakan bagian dari koperasi di Indonesia. Untuk menunjang operasional badan usaha ini, maka haruslah dimiliki pembukuan yang tertib. Berikut ini akan kita bahas lebih lanjut mengenai contoh pembukuan simpan pinjam pada koperasi.

Simpan Pinjam pada Koperasi

Koperasi sendiri merupakan badan usaha yang berasaskan kekeluargaan dan merupakan usaha bersama yang bertujuan untuk mensejahterakan para anggotanya. Koperasi simpan pinjam sendiri bertujuan untuk mengelola hasil dari simpanan para anggota koperasi. Baik itu dari simpanan pokok, wajib, serta simpanan cadangan.

Namun yang berhak meminjam dana pada koperasi simpan pinjam ini adalah para anggota koperasi sendiri. Sedangkan untuk besarnya pinjaman bagi modal usaha biasanya dilihat dari kelayakan para anggota tersebut serta keputusan rapat pengurus.

Banyak para anggota serta UKM yang sangat terbantu dengan adanya koperasi simpan pinjam ini. Karena mereka dapat merintis usaha dengan modal pinjaman dari koperasi. Peminjamannyapun tidak sulit, asalkan ketentuan pembayaran kembali  tepat pada waktunya.

Koperasi ini sendiri memiliki tujuan mulia untuk mengajarkan para anggotanya menjalani hidup hemat, tidak berhutang pada rentenir dengan bunga tinggi serta belajar memupuk karakter disiplin dengan jalan pembayaran hutang tepat waktu.

Contoh Pembukuan Simpan Pinjam

Lakukan pembukuan secara manual dan komputerisasi agar ada data penunjang bila salah satau bermasalah. Sedangkan pembukuan pada koperasi ini dipisahkan pencatatannya pada pembukuan kas kecil dan kas besar.

Kas kecil diprioritaskan bagi transaksi harian koperasi. Sedangkan kas besar pencatatannya lebih diutamakan bagi operasional perusahaan secara keseluruhan meliputi laporan modal, laporan rugi laba dan lainnya.

Contoh pembukuan untuk transaksi kas kecil mingguan adalah sebagai berikut.

~ Kas kecil selalu memiliki dana awal setiap minggunya dari tranfer oleh kas besar. Dana ini yang akan dijadikan sebagai dana operasional kas kecil,  dimulainya transaksi inilah kas kecil disebut ‘dibuka’.

~ Setiap transaksi harian dibukukan pada catatan kas kecil (baik manual maupun komputer). Dan pada akhir periode transaksi setiap minggunya data pada kas kecil disesuaikan dengan dana tunai yang ada dan nilai rupiahnya harus sama.

~ Selanjutnya dana tunai yang ada pada kas kecil secara keseluruhan di setorkan kembali ke kas besar hingga saldo pada kas kecil menjadi nol. Dengan penyetoran ini maka kas kecil disebut ‘ditutup’.

~ Untuk transaksi minggu selajutnya pun perlakuannya sama.

Contoh kas kecil koperasi adalah sebagai berikut.

Pemasukan
Saldo Awal dari kas besar   50.000.000,-

Pengeluaran

1. Total Pinjaman                 17.000.000,-
2. Kas bon karyawan             5.000.000,-  (-)

Selisih lebih/kurang kas        28.000.000,-

Demikianlah contoh pembukuan simpan pinjam koperasi pada kas kecil. Semoga bermanfaat.

Selanjutnya : Guano Sebagai Nama Pupuk Unggulan
Sebelumnya: Nama Ksatria Jawa
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar