Contoh Pencemaran Sampah dan Cara Penanggulangannya

Di Indonesia, Anda tidak perlu susah-susah mencari apa dan bagaimana contoh pencemaran sampah yang mengotori lingkungan itu. Datanglah ke sungai-sungai, bantaran kali, waduk, tempat pembuangan sampah akhir (TPA) atau bahkan di lahan kosong perumahan warga, maka dengan mudah Anda akan melihat gundukan sampah disana. Menyedihkan memang, kita  harus melihat lingkungan subur makmur di tanah Indonesia, dari hari ke hari dipenuhi oleh sampah-sampah beragam jenis yang mengotori lingkungan.

Contoh Sampah di Sekitar Kita

Kesadaran akan lingkungan yang bersih dan sehat, pernah digaungkan dengan slogan “buanglah sampah pada tempatnya”. Sayangnya meskipun kalimat itu sudah seringkali kita baca dan terlihat di berbagai lokasi, nyatanya belum mampu menyadarkan sebagian besar masyarakat untuk bisa menjaga kebersihan lingkungannya. Entah mental rakyat Indonesia yang tidak dewasa atau kurang tegasnya aturan untuk menjaga lingkungan.

Ada berbagai jenis sampah di sekitar kita mulai dari sampah organik, sampah plastik, sampah kertas, sampah yang tidak bisa didaur ulang seperti batu baterai, stereofoam, dan sampah yang bisa di daur ulang seperti kaleng, botol dan lainnya. Sampah plastik adalah sampah yang paling banyak ditemukan, karena plastik digunakan pada hampir segala macam kegiatan dan transaksi.

Berkunjunglah ke pasar, ada berapa banyak plastik yang dikeluarkan untuk keperluan belanja. Datanglah ke minimarket, supermarket, swalayan dan sejenisnya, semua orang menggunakan plastik untuk membawa barang belanjaannya. Namun, tahukah Anda bumi membutuhkan waktu ribuan tahun hanya untuk menguraikan plastik-plastik itu. Sebelum mampu terurai, maka sampah akan menumpuk, menggunung serta mencemari lingkungan.

Produk lainnya yang banyak menghasilkan sampah dan tidak bisa didaur ulang adalah sampah popok sekali pakai dan pembalut wanita. Berikut ini asumsi yang bisa kita gambarkan untuk mengetahui berapa banyak potensi sampah per hari dari kedua jenis produk ini. Rata-rata bayi membutuhkan 6 popok per hari, maka dalam satu bulan ada 180 sampah popok, dan dalam setahun bayi menggunakan 65.700 popok. Ini baru 1 orang bayi, sementara ada berapa banyak bayi di dunia ini yang menggunakan popok? Anda bisa membayangkan ada berapa juta sampah popok bertumpuk di permukaan bumi? Hal yang sama juga berlaku pada penggunaan pembalut wanita. Jadi bumi sudah sangat tercemar hanya dengan dua jenis sampah ini, dua sampah yang sulit diurai dan tidak bisa didaur ulang.

Penanggulangan Sampah

Sampah sudah menjadi permasalahan global yang turut andil dalam peningkatan global warming atau pemanasan global. Oleh karenanya, seluruh negara di dunia mempunyai komitmen yang sama untuk menanggulanginya, meskipun hingga saat ini belum ada upaya masif utuk mengatasi permasalahan sampah secara global ini.

Cina, Belanda dan Spanyol adalah beberapa negara yang sudah mulai menanggulangi sampah dengan melarang penggunaan plastik dan menggantinya dengan keranjang atau tas belanja. Sementara itu, sebagai alternatif penggunaan popok dan pembalut wanita sekali pakai, kini dikembangkan penggunaan popok dan pembalut kain yang bisa dicuci dan digunakan berulang kali serta tahan untuk penggunaan dalam jangka waktu yang lama. Ini merupakan kabar gembira, karena tidak perlu lagi ada tumpukan sampah popok dimana-mana.

Itulah beberapa contoh pencemaran sampah yang paling banyak kita temukan disekitar kita. Semoga bermanfaat.

Loading...
Selanjutnya : Ciri-Ciri Wanita HIV
Sebelumnya: Fungsi Penggaris dan Tingkat Ketelitiannya
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar