Contoh Penyimpangan Sosial yang Terjadi di Masyarakat Daerah Pinggiran


Contoh penyimpangan sosial yang terjadi di masyarakat daerah pinggiran tidak jauh berbeda dengan penyimpangan sosial yang terjadi di kota-kota besar. Hanya saja, untuk beberapa bentuk penyimpangan sosial, jumlahnya bisa lebih kecil dibandingkan yang terjadi di perkotaan. Bisa pula sebaliknya. Sebelum membahas lebih jauh tentang contoh penyimpangan sosial yang terjadi di daerah-daerah, perlulah kita membahas lebih dulu defenisi penyimpangan sosial itu sendiri.

Penyimpangan sosial dapat diartikan sebagai perilaku yang dilakukan di luar peraturan atau norma yang telah berlaku sejak lama di suatu tempat. Jadi, apabila ada perilaku masyarakat yang dinilai tidak sesuai dengan kaidah peraturan yang ada, maka perilaku tersebut dapat digolongkan sebagai perilaku menyimpang. Adapun contoh perilaku menyimpang yang sering terjadi di daerah adalah sebagai berikut:

•    Penyalahgunaan narkoba. Bentuk penyimpangan sosial yang ditunjukkan dengan perilaku menggunakan narkoba adalah bentuk perilaku yang paling banyak ditemukan. Tidak terbatas pada wilayah perkotaan saja, tapi juga mencakup hingga ke daerah-daerah di pinggiran kota. Tidak sedikit masyarakat daerah yang secara terang-terangan mengonsumsi obat-obatan dan zat-zat berbahaya demi mencari kesenangan sesaat.

•    Tindakan kriminal. Setiap daerah berpotensi sebagai tempat terjadinya tindak kriminal seperti pencurian, perampokan, penipuan, dan pemerkosaan. Hanya saja, untuk daerah perkotaan tingkat penyimpangan perilaku sosial seperti ini lebih tinggi dibandingkan di daerah pinggiran. Sebab, sasaran atau objek kejahatan diperkotaan dinilai lebih menguntungkan dibandingkan di daerah pinggiran.

•    Seks bebas. Perilaku menyimpang lainnya bisa dilihat dari hubungan seks yang dilakukan seseorang di luar pernikahan. Atau dapat disebut dengan seks bebas. Perilaku menyimpang ini terjadi dimana-mana. Meskipun di daerah-derah yang norma adat istiadatnya masih berlaku ketat pun, perilaku seperti ini masih tetap terjadi.

•    Orientasi seksual yang menyimpang. Perilaku seperti ini ditandai dengan merubah hasrat seksual yang normal menjadi tidak normal. Cotohnya, perilaku perempuan yang menyukai perempuan (lesbi), homoseksual, fedofilia, eksebisionis, dan lain sebagainya.

Jadi, kesimpulannya masyarakat perkotaan dan pinggiran tetap berpotensi melakukan penyimpangan sosial. Ditandai dengan adanya contoh penyimpangan sosial yang terjadi di masyarakat di daerah pinggiran tersebut.

Selanjutnya : Mengenali Rahasia Tanda Hamil 1 Minggu Pertama
Sebelumnya: Mengenal Tanaman Soka
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar