Contoh Presentasi Hasil Penelitian Masalah Sosial tentang Kenakalan Remaja


Membuat karya tulis dalam bidang sosial, boleh dibilang gampang-gampang susah.Sebagaimanacontoh presentasi hasil penelitian masalah sosial mengenai kenakalan remaja (juvenille). Suatu fenomena yang lazim terlihat, terutama di masyarakat perkotaan.

Adapun dibilang susah karena penelitian sosial tergolong lebih kompleks dibanding penelitian eksak. Begitu banyak variabel (faktor-faktor yang memengaruhi suatu masalah) yang harus cermat dipilah. Hal ini dilakukan agar hasil penelitian dikatakanobjektif. Tidak menimbulkan bias atau kesimpulan keliru (over generalitation).

Hasil penelitian masalah sosial tidak akan mungkin memperoleh kesimpulan 100% tepat, sebagaimana pada penelitian eksak. Ada derajat ketepatan (tingkat signifikasi) antara 90 % hingga 95 %. Hal ini menginfomasikan bahwa suatu permasalahan sosial tidak disebabkan oleh satu variabel. Namun, suatu masalah dipengaruhi oleh banyak variabel yang saling terkait satu sama lain.

Jika mengambil dari contoh yang telah dikemukakan sebelumnya, yakni mengenai kenakalan remaja, maka akan terlihat jelas kompleksitas suatu penelitian sosial. Anggap saja seorang peneliti membuat hipotesa bahwakenakalan remaja disebabkan karena faktor pola asuh dalam keluarga. Bahwa tingginya tingkat kenakalan remaja berbanding lurus dengan ketidakmampuan ayah-ibunya dalam mendidik mereka.

Salah satu argumen yang menguatkan hipotesa ini adalah jumlah remaja bermasalah sebagian besar berasal dari keluarga broken home. Keluarga yang ayah dan ibunya saling berkonflik dan melalaikan kewajiban mereka dalam mendidik.

Jadi, peneliti ini laluberkesimpulan jika faktor pola asuh dalam keluarga berpengaruh terhadap perilaku nakal (melanggar aturan sosial) padaremaja.Ia (peneliti) pun merumuskan hipotesa bahwa pola asuh memiliki pengaruh signifikan terhadap masalah kenakalan remaja.Sampai di sini, suatu penelitian sosial mulai dihadapkan pada kompleksitasnya.

Ketika peneliti tersebut mengadakan penelitian, ia akan menemui bahwa masalah kenakalan remaja ternyata dipengaruhi oleh banyak variabel (faktor penyebab) lain. Sebut saja faktor tingkat pendidikan, tipe kepribadian, pengaruh teman sebaya (peer group), konformitas, teknologi informasi, dan faktor-faktor lain yang juga turut berpengaruh. Jika seperti ini, benarkah bahwa pola asuh tergolong faktor signifikan dalam memengaruhi kenakalan remaja? Jika iya, seberapa besar signifikansi pola asuh dibanding faktor-faktor lain?

Nah, seorang peneliti sosial harus jeli menganalisis hasil penelitiannya. Ia hendaknya sudah menyadari dari awal bahwa suatu masalah sosial tidak dipengaruhi oleh satu variabel/faktor saja, sehingga kesimpulan mengenai contoh presentasi hasil penelitian masalah sosial tentang kenakalan remaja tidak mengalami kekeliruan.

Selanjutnya : Strategi Belajar Sekolah Dasar–Menjadikan Pelajaran Menyenangkan
Sebelumnya: Artikel Macam-macam Majas dalam Bahasa Indonesia
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar