Contoh Protein yang Terlarut dan Tak Larut dalam Air

Contoh protein yang terlarut dalam air adalah albumin dan protamin. Sedangkan contoh protein yang tak larut dalam air adalah Globulin Glutelin, Glidialin atau prolamin, dan histon. Namun demikian walaupun Gliadin tidak larut air, namun demikian Gliadin ini dapat larut dalam etanol 70% hingga 80%.

Contoh dari Gliadin ini adalah gandum dan jagung. Globulin Glutelin terkandung dalam gandum dan padi, protein ini tak larut dalam larutan asam dan basa encer, serta larutan netral. Histon memiliki sifat basa, contoh dari protein ini adalah globulin telur dan globulin telur.

Albumin merupakan contoh protein yang terlarut dalam air, contoh dari protein ini adalah albumin serum dan albumin telur. Contoh lain dari protein yang larut dalam air adalah protamin. Protemin ini memiliki sifat basa dan bisa berikatan dengan asam nukleat membentuk nukleoprotamin atau sperma ikan, contohnya adalah salmin.

Berikut ini akan diulas mengenai metode analisis protein yang terdiri atas metode Kualitatif dan metode kuantitatif.

Analisis Protein Metode Kualitatif

  • Reaksi Xantoprotein menggunakan larutan asam nitrat pekat yang diteteskan pada larutan protein. Pada campuran akan tampak endapan putih yang jika dipanaskan menjadi kuning. Hasil positif tampak pada protein yang memiliki kandungan fenilalanin, tirosin dan triptofan.
  • Reaksi Hopkins-Cole menggunakan pereaksi Hopkins Cole yang memiliki kandungan asam glioksilat dan larutan protein triptofan. Asam sulfat dituang pelan-pelan sampai terbentuk lapisan di bawah larutan protein. Akan tampak cincin ungu di antara kedua lapisan.
  • Reaksi Millon menggunakan larutan merkuri nitrat dan merkuro. Jika diteteskan pada laturan protein akan timbul endapan putih yang jika dipanaskan menjadi merah. Hasil positif tampak pada fenol-fenol.
  • Reaksi Natrium Nitroprusida akan menghasilkan warna merah. Hasil positif diperoleh pada protein dengan kandungan sistein.
  • Reaksi Sakaguchi menggunakan pereaksi natriumhipobromit dan naftol. Keberadaan argininin akan menghasilkan warna merah, sehingga hasil positif diperoleh jika terdapat gugus guanidin.
  • Metode Biuret menggunakan larutan CuSO4 encer dengan larutan protein yang sudah dibuat alkalis memakai NaOH. Uji ini dilakukan untuk mengetahui kandungan gugus amida asam. Hasil positif tampak jika campuran menghasilkan warna biru violet atau merah violet.

Analisis Protein Metode Kuantitatif

Analisis Metode Kuantitatif sendiri terdiri atas dua kategori, yaitu metode konvensional dan metode modern.

Metode Konvensional terdiri atas:

  • Metode Kjeldahl yang mencakup destilasi, destruksi dan titrasi
  • Metode Titrasi Formol

Metode Modern terdiri atas:

  • Metode Lowry
  • Metode Spektrofotometri Visible
  • Metode Spektrofotometri ultra violet (UV)

Demikianlah beberapa contoh protein yang terlarut dan yang tak larut dalam air beserta beberapa metode analisis protein.

Loading...
Selanjutnya : Mengenali Jenis Batuk Saat Kedinginan
Sebelumnya: Cara Main Need For Speed Most Wanted
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar