Contoh Puisi Kartini – Puisi Karya RA Kartini


Puisi Karya RA Kartini

Pernahkan Anda membaca contoh puisi Kartini? Dalam artikel singkat ini, akan diberikan contoh puisi Kartini tersebut.

Siapa yang tidak kenal Raden Ajeng Kartini, seorang pejuang wanita yang dianggap memilik peran besar bagi kemajuan kaumnya. Orang mengenal Kartini lebih banyak justru sebagai pengarang melalui karangan-karangannya, baik dalam bentuk surat, catatan harian, puisi maupun prosa.

Sejak umur 16 tahun ia telah menulis. Sebuah karangan antropologi tentang adat perkawinan golongan Koja di Jepara, yang kemudian diterbitkan dalam Bijdragen tot de Taal-land-en Volkenkunde van Ned.-Indie.

Kartini adalah seorang yang sangat suka membaca. Ia membaca banyak sekali karya sastra orang-orang Eropa yang menurutnya banyak mencerminkan kehidupan kalbu orang Barat. Ia sangat mengagumi karya Couperus, Van Eeden, Vosmaer, De Genestet, Multatuli, dan masih banyak lagi.

Karya-karya inilah yang kemudian mendorong Kartini untuk juga menulis puisi. Sayangnya sangat sedikit karya Kartini dalam bentuk puisi yang terpublikasi.

Meskipun Kartini biasa menulis surat atau fragmen dengan  bahasa sastra tingkat tinggi. Salah satu contoh puisi Kartini yang pernah ia tulis dengan judul “Manusia dan Hatinya”1 menggambarkan bagaimana  takdir bekerja pada seorang anak manusia. Berikut cuplikan puisi karya Kartini tersebut.

PUISI RA KARTINI

Ditulis dengan nama samara Jawa. Pernah diterjemahkan dan diterbitkan dalam surat kabar Bintang Timur (1961).

Biografi RA Kartini

Ra Kartini merupakan seorang priayi yang terkenal pada masanya. Ia merupakan putri dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat yang merupakan seorang Bupati Jepara kala itu. Dalam Kesehariannya, RA Kartini sangatlah menyenangi kegiatan belajar dan mengajar.

Setiap harinya ia selalu membaca koran yang ditujukan untuk ayahnya. Hingga menjelang dewasa, RA Kartini pun melepas masa pendidikannya, karena kala itu, wanita di Indonesia khususnya di wilayah Jawa menganggap pendidikan untuk kalangan wanita sangatlah tidak diharuskan.

Oleh sebab itu, ia pun akhirnya beralih profesi sebagai pengajar di kalangan wanita-wanita di wilayahnya dan tersu menuliskan apa yang ada dalam pikirannya.

Inilah yang menjadi suatu ketenaran bagi RA Kartini yang memperjuangkan hak wanita untuk mendapat pendidikan dan keadilan yang setara dengan lelaki, yang kita kenal saat ini dengan sebutan emansipasi wanita.

demikianlah perjalanan hidup RA Kartini yang dapat disampaikan, semoga dapat menginspirasi kita semua.

Selanjutnya : Contoh Resensi Non Fiksi Buku Rindu Rasul
Sebelumnya: Contoh Pidato Ir. Soekarno
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar