Contoh Sampel Penelitian dalam Karya Tulis Ilmiah untuk Kalimat Efektif dan Tidak Efektif


Dalam percakapan sehari-hari, kita tidak akan tersadarkan dengan kalimat-kalimat yang kita ucapkan. Apakah kalimat-kalimat tersebut sudah sesuai dengan kaidah ejaan yang benar atau tidak? Kita pun tidak mempermasalahkan hal tersebut, selama kalimat-kalimat yang kita gunakan dapat dimengerti oleh kita dan lawan bicara.

Namun, bagaimanakah jika kalimat-kalimat tidak efektif kita gunakan dalam forum-forum yang resmi ataupun dalam surat resmi, makalah, karya tulis ilmiah, skripsi, tesis, dan lain-lain? Tentunya hal tersebut akan sangat fatal bukan? Nah, dalam artikel berikut ini akan diberikan contoh sampel penelitian dalam karya tulis ilmiah untuk kalimat efektif dan tidak efektif.

Menggunakan ragam bahasa yang tidak baku atau tidak efektif dalam acara resmi seperti pidato, seminar, maupun rapat, akan memberi kesan kurang baik kepada si pembicara. Sehingga, khawatir apa yang disampaikan oleh si pembicara tidak mendapat perhatian dari para audiensi, meskipun apa yang dibicarakan merupakan tema-tema yang menarik dan bermutu.

Begitu pula penggunaan kalimat efektif pada surat resmi. Umumnya, kalimat tidak efektif pada surat resmi ditemukan pada bagian alamat dan penutup.

Contoh penggunakan kalimat tidak efektif pada alamat surat

Kepada Yth.

Bapak Kepala Sekolah SDN Cipanas X

Seharusnya cukup dengan menuliskan: Yth. Kepala SDN Cipanas X

Contoh penggunaan kalimat tidak efektif pada penutup surat

“Atas perhatian Saudara, kami haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya.”

Seharusnya cukup dengan menuliskan: “Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.”

Penggunaan kalimat tidak efektif juga sering ditemukan dalam karya tulis. Hal tersebut sebenarnya tidak akan terjadi, jika saja para penyusun karya tulis memahami tentang makna kalimat efektif. Kalimat efektif sebenarnya merupakan kalimat yang dapat mewakili suatu gagasan yang akan disampaikan oleh penulis, sehingga dapat dipahami dengan baik oleh pembaca.

Beberapa kalimat tidak efektif yang sering ditemukan dalam karya tulis, misalnya:

“Maju ke depan” (Maju pasti ke depan, jadi cukup menggunakan kata “maju” atau “ke depan”)

“Mundur ke belakang” (Mundur pasti ke belakang, jadi cukup menggunakan kata “mundur” atau “ke belakang”)

Mudah-mudahan dengan semakin baiknya pemahaman tentang ejaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, kita tidak akan menemukan lagi kalimat-kalimat tidak efekit dalam karya tulis ilmiah.

Selanjutnya : Menonton Film Ala Bioskop Murah di Jakarta
Sebelumnya: Taufik Ismail Sebuah Biografi Tokoh Karya Sastra Besar Indonesia
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar