Contoh Wawancara yang Baik dan Benar


Tujuan wawancara dilakukan untuk memperoleh keterangan atau pendapat tentang suatu masalah. Contoh wawancara akan dipaparkan berikut ini. Berikut adalah hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum proses wawancara berlangsung.

1.   Menetukan topik atau tema wawancara

Sebelum melaksanakan sebuah wawancara, tentukanlah topiknya. Penentuan topik menjadi dasar dalam menentukan narasumber atau orang yang nantinya akan dijadikan objek wawancara.

2.   Menentukan narasumber

Narasumber adalah sosok atau tokoh masyarakat yang mempunyai keahlian di bidang tertentu.

3.   Membuat daftar pertanyaan wawancara

Daftar pertanyaan ini dibuat dengan tujuan proses wawancara bisa berjalan lancar. Kita dapat menggunakan rumus 5W+1H untuk menyusun daftar pertanyaan ini.

Cuplikan Wawancara

Berikut salah satu wawancara wartawan Kompas,  Putu Fajar Arcana (PFA) dan  I Gede Prama (IGP) dengan judul “Sekedar Juru Sapu” (Kompas, Minggu, 10 Maret 2013, cuplikan wawancara ini telah dirangkum seperlunya)

1)   What

PFA: Mengapa Anda mengambil jalan frontal dengan meninggalkan dunia bisnis dan kembali ke desa?

IGP: Setelah peristiwa bom Bali 2002, saya menggigil. Tak ada teman atau keluarga saya yang menjadi korban. Tapi saya menangis berminggu-minggu, dengan alasan yang tak jelas. Jadi saya memutuskan untuk pulang. Ada suara-suara yang muncul, bilang temukan guru di Bali. Suara itu pula yang kemudian membawa saya bertemu Dalai Lama.

2)    When

PFA: Kapan dan bagaimana Anda bisa bertemu Dalai Lama?

IGP: Tahun 2009 saya pergi ke India. Dan setelah menunggu selama dua hari, Dalai Lama mendatangi saya. Beliau bilang, jika harus memilih antara agama dan menyayangi orang lain, maka pilihlah menyayangi orang lain.

3)    Where

PFA: Dari mana Anda memulai semua ini?

IGP: Awalnya, saya pergi ke penjara. Di sana saya berbicara dengan banyak narapidana tentang cinta kasih, kebajikan, dan kasih sayang.

4)    Whose

PFA: Siapa saja yang melatarbelakangi Anda mengambil jalan ini di samping Dalai Lama?

IGP: Pertemuan saya dengan Karen Amstrong di Swiss, telah menghasilkan sebuah catatan penting. Bahwa intisari semua agama adalah compassion, belas kasih, serta tafsir agama yang membimbing pada kekerasan dianggap tidak sah.

5)  How

PFA: Menurut Anda, bagaimana agama menjawab ilmu pengetahuan?

IGP: Pada saat meditasi, aspek neural otak mengalami peningkatan 800 persen. Inilah yang membantu kita untuk memahami bagaimana agama harus menyerap teknologi.

Demikianlah contoh wawancara, semoga bermanfaat.

Selanjutnya : Cara Mudah Menggambar dengan Corel Draw
Sebelumnya: Makhluk-mahluk Misterius yang Masih Diragukan Kebenarannya
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar