Dampak Negatif Era Globalisasi Terhadap Kebudayaan


Seperti apa dampak negatif kebudayaan?

Adanya internet dan semakin canggihnya alat komunikasi bisa menghubungkan antara manusia yang berada di belahan bumi selatan dengan bumi utara. Apalagi munculnya Blackberry membuat manusia sangat mudah terkoneksi walaupun yang satu berada di Indonesia dan yang lainnya berada di Amerika Serikat.

Teknologi dan Pengaruhnya

Dampak Pesatnya perkembangan internet dan alat komunikasi membuat sebuah kegiatan yang dilakukan di suatu tempat bisa langsung menyebar ke tempat lain secara real  time, tanpa harus menunggu beberapa hari kemudian.

Memang pada era globalisasi semua aktivitas manusia terkoneksi dengan mudah, seolah tiada jarak yang menghadang. Bahkan “Musim Semi di Arab” yang melahirkan revolusi Arab mulai menjalar ke negara-negara Arab dari Tunisia, Mesir, Libya, hingga Suriah melalui media sosial baik Twitter maupun Facebook. Revolusi di Arab diserukan dan digerakkan menjadi masif oleh media sosial.

Namun, tidak semua era globalisasi memberikan dampak positif terhadap kebudayaan. Salah satu contoh kasusnya adalah menyebarnya budaya tidak mengenakan pakaian saat berdemo yang begitu cepat menyebar di sejumlah negara di berbagai belahan dunia.

Budaya telanjang saat berdemo diperkenalkan oleh kelompok feminis yang menyebut diri mereka Femen. Femen sendiri merupakan kelompok feminis dari Ukraina, Eropa Timur.

Dalam memperjuangkan hak-hak kaum perempuan  mereka sering telanjang dada, bahkan tidak mengenakan pakaian sama sekali untuk mendapatkan perhatian pemerintah maupun masyarakat.

Di Mesir, seorang gadis yang mengaku sebagai pengikut kelompok Femen pernah mengupload foto telanjang dadanya melalui Twitter sebagai bentuk protes terhadap ketatnya aturan syariah di Mesir. Ini menunjukkan era globalisasi membuat budaya mudah menular dari suatu negara ke negara lain.

Mesir merupakan negara yang mayoritas Muslim dengan aturan syariah yang kuat namun budaya barat begitu mudah menembus Mesir melalui kecanggihan teknologi komunikasi.

Demo telanjang Femen juga menular hingga ke Swedia dan Vatikan. Sejumlah gadis melakukan demo tanpa busana di Swedia dan Vatikan untuk memperjuangkan hak-hak kaum perempuan. Sebenarnya tidak masalah berdemo untuk memperjuangkan hak-hak perempuan.

Namun harus dilakukan sesuai aturan kesopanan di masyarakat. Makanya orangtua dan lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab besar untuk membentengi anak-anak dari budaya luar yang tak sesuai dengan nilai-nilai moral yang dianut di dalam masyarakat.

Dampak negatif kebudayaan ini semoga tidak menyebar ke berbagai bidang lainnya.

Selanjutnya : Dampak Penggunaan HP yang Memengaruhi Prestasi Belajar Anak
Sebelumnya: Hasil Sampingan Usaha Ternak Sapi
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar